DITANYA DUGAAN PENYIMPANGAN ANGGARAN COVID-19, KAJARI : MASIH KUMPULKAN DATA



Seputarkuningan.com - 
Momen Hari Bhakti Adhyaksa ke-60, Aliansi Jurnalis Kuningan Bersatu (ANARKIS) kembali mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuningan, Rabu (22/7/2020). Kedatangan ANARKIS untuk mempertanyakan   perkembangan penyelidikan dugaan kejanggalan pengalokasian dan penggunaan anggaran Covid-19. 

“Kami ingin tahu perkembangan penyelidikan dalam perkara dugaan kejanggalan anggaran Covid-19 ini  karena sudah menunggu selama 16 hari pasca audensi yang dilakukan audensi tanggal 7 Juli lalu,” ujar Koordinator ANARKIS, Iyan Irwandi yang diamini para wartawan ketika menyambangi lagi kantor Kejari Kuningan.

Iyan membeberkan, meskipun sebelumnya telah dilakukan audensi ke sebagian besar pejabat yang menjadi Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) pengelolaan dana Covid-19 sehingga diperoleh informasi-informasi kejanggalan yang perlu penyelusuran lebih lanjut, tetapi para wartawan tidak serta merta memvonis benar atau salah.

Hal itu harus dibuktikan melalui proses pengadilan yang tahapan pemeriksaan penyelidikan dan penyidikannya dilakukan oleh aparat penegak hukum. Sehingga jangan salah kaprah, ketika para jurnalis meminta keterangan dan data tetapi tidak diberi, tidak memaksa karena menyadari dan memahami bahwa mereka bukan petugas Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau pun Inspektorat.

Namun bukan berarti terhenti sebab sesuai dengan tugasnya dalam menjalan fungsi kontrol sosial, jurnalis akan mencari sendiri informasi-informasi dan data yang dibutuhkan. Termasuk melalui pelaksanaan investigasi sebagai bahan penyusunan pemberitaan yang akurat dan berimbang.

“Kami tidak membenci para pejabat pengelola dana Covid-19 tetapi langkah yang dilakukan sebagai bentuk pengawasan supaya anggaran Covid-19 yang totalnya mencapai Rp 72.370.881.146, benar-benar tepat sasaran sekaligus dirasakan langsung oleh masyarakat. Sehingga ketika ditemukan dugaan kejanggalan harus  diselidiki oleh aparat penegak hukum agar terungkap kebenarannya,” tandas Iyan.

Sementara itu, Kepala Kejari Kuningan, L. Tedjo Sunarno menjelaskan bahwa pihaknya baru mulai melakukan pengumpulan data dan keterangan. Keterbatasan personil kejaksaan pada Seksi Intel menjadi alasan terhambatnya penyelidikan.

"Hingga saat ini, kami masih mengumpulkan data dan keterangan. Kasi Datun pun sudah diperintahkan untuk mengumpulkan administrasi dari beberapa instansi," kata Tedjo.

Tedjo pun menyampaikan, pihaknya belum bisa mengungkapkan terlalu rinci langkah-langkah yang telah dilakukan oleh pihak kejaksaan.

"Yang pasti kami tegaskan, ketika ditemukan penyalahgunaan anggaran maka kami akan melakukan tindakan sesuai dengan aturan yang berlaku," ujar Tedjo. (Elly Said)

No comments

Powered by Blogger.