BPSK INGATKAN MASYARAKAT, HATI-HATI BELANJA ONLINE

Ketua BPSK Kuningan Acep Tisna
Seputarkuningan.com - 
Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kabupaten Kuningan, mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam berbelanja online. Karena beresiko tinggi. Hal itu disampaikan Ketua BPSK Kabupaten Kuningan, Acep Tisna, saat dikonfirmasi seputarkuningan.com, Minggu (5/7/2020).

Acep menjelaskan, resiko dari jual beli online adalah kadang barang yang dibeli konsumen tidak sesuai harapan.

"Banyaknya penawaran penjualan produk secara online ternyata banyak dikeluhkan oleh masyarakat dan banyak juga pengaduan terkait belanja onlineke BPSK.  Terkadang dilihat dari penampilannya di poto online memang bagus, tetapi setelah sampai barang tidak sesuai harapan," kata Acep.

Acep mengingatkan, agar lebih berhati-hati dalam  membeli produk secara online, karena  konsumen tidak mengetahui secara langsung apakah barang yang dibeli sesuai spek yang dikehendaki atau tidak.. kalau tidak sesuai spek maka akan merugikan konsumen itu sendiri.

Hal tersebut, kata Acep, juga diatur dalam Pasal 4 Undang-undang Perlindungan Konsumen (UUPK) No.8 Tahun 1999, berikut adalah hak-hak yang dimiliki oleh Konsumen Indonesia, antara lain :

1. Hak atas kenyamanan, keamanan dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa;
2. Hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan;
3. Hak atas informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa.

Hal konsumen sebagaimana disebutkan dalam Undang-undang tersebut,  sulit untuk dipenuhi karena barang yang dibeli pada umumnya tidak diketahui kualitas dan jenis barangnya seperti yang diharapkan oleh konsumen..

Untuk itu, Acep berpesan kepada masyarakat untuk berhati-hati dan membeli barang setelah tahu betul bagaimana kualitas, mutu dan spek yang diharapkan oleh konsumen itu sendiri..

"Lebih bahaya lagi alamat toko dan penjualnya tidak diketahui, sehingga akan berakibat kerugian bagi masyarakat konsumen," pungkas Acep. (Elly Said)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.