TEGAKKAN ATURAN PSBB, PEMKAB KUNINGAN JANGAN TEBANG PILIH

Seputarkuningan.com - 
Direktur Kuningan Institute Agus Kusman mengkritik kebijakan Pemerintah Kabupaten Kuningan yang dinilai tidak konsisten dan tegas dalam memberlakukan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) . Pasalnya, dengan beredarnya foto dan video para pejabat yang mengabaikan physical distancing (jaga jarak), dinilai tidak memberikan contoh baik ke masyarakat Kuningan. Padahal, Kuningan saat ini sedang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid III.

Padahal, mereka semestinya menjadi contoh penerapan aturan PSBB pada masa Pandemi Covid-19 malah terlihat melanggar.

“Viralnya video dan foto para pejabat ini, semakin menguatkan bahwa pejabat di Kuningan tidak bisa dijadikan panutan soal PSBB. Makanya ini sungguh sangat ironis sekali, jadi nanti wajar kalau masyarakat tidak mengikuti arahan soal PSBB karena mereka sendiri tidak mencontohkan perilaku mentaati peraturan PSBB,” katanya melalui via telepon, Rabu (3/6).

Menurut Agus, jangan sampai masyarakat menilai ada tembang pilih dalam pelaksanaan penegakan hukum pelanggar PSBB di Kuningan. Pemerintah dengan tegas melarang orang berkumpul di masjid atau rumah ibadah lainnya, tapi tidak tegas di tempat lain.

“Mengapa pemerintah tidak keras juga dalam menghadapi orang-orang yang berkumpul di pasar, toko-toko yang masih buka serta di tempat lainnya, bahkan sampai memberikan hukuman push up, bagaimana jika sebaliknya jika masyarakat meminta hukuman pus up juga diberikan kepada pejabat yang melangar PSBB,” ujarnya.

Ia menilai, sikap konsisten pemerintah ini yang membuat munculnya dilematis ditengah masyarakat. Masyarakat akan mengikuti aturan pemerintah jika benar-benar konsisten dalam menegakkan aturan yang melarang semua orang berkumpul dimana saja tanpa terkecuali.

“Tapi kenyataannya kan ironi, ada hal-hal yang sangat sulit diterima dengan akal sehat karena adanya pertentangan sikap dalam hal usaha memutus mata rantai penyebaran virus Corona. Di satu sisi tegas, tapi di sisi lain longgar,” jelasnya.

Jadi percuma saja jika petugas rutin melaksanakan giat patroli dan penertiban tanpa adanya tindakan tegas ucapnya.

Untuk itu, Agus meminta pemerintah untuk lebih tegas lagi menindak kepada semua bukan hanya pelaku usaha ataupun masyarakat yang tidak mengindahkan aturan PSBB.

“Aturannya harus jelas dan berikan perlakuan yang sama agar semua elemen masyarakat patuh pada aturan,” tegas Agus. (Elly Said)

No comments

Powered by Blogger.