SOAL ANGGARAN RENOVASI EX RSCI TERKESAN SALING LEMPAR



Seputarkuningan.com - 
Sejumlah wartawan media cetak, media elektronik dan media online yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Kuningan Bersatu (ANARKIS) mendatangi Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Kuningan, Rabu (24/6/2020). Saat ini ANARKIS  tengah gencar menyelusuri berbagai hal yang berkaitan dengan penanganan Covid-19.

Hal ini dilakukan para pewarta dikarenakan sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kuningan, Hj. Susi Lusiyanti  melontarkan jika anggaran renovasi rumah sakit darurat khusus penanganan pasien yang terpapar virus Corona sebesar Rp 2.250.000.000 diserahkan kepada Dinas PUTR sekaligus pekerjaannya.

“Ketika melakukan audensi, Ibu Kadinkes di hadapan puluhan wartawan menerangkan kalau dana renovasi rumah sakit darurat penanganan pasien virus Corona yang sampai saat ini masih menjadi sorotan publik, telah diserahkan dananya ke Dinas PUTR,” ujar Koordinator ANARKIS, Iyan Irwandi kepada awak media.

Menurut Iyan, dana pembelian rumah sakit khusus penanganan pasien terpapar virus Corona yang dulu eks Rumah Sakti Bersalin Citra Ibu di jalan Ciharendong Kelurahan Cirendang Kecamatan Kuningan sangatlah besar yakni Rp 7,5 miliar dan biaya renovasinya pun tidak kalah fantastis karena mencapai Rp 2.250.000.000.

Sementara itu, kata Iyam, pemanfaatan dari rumah sakit darurat itu sendiri, dianggap kurang  optimal karena penanganan warga yang ditanganinya hanya sedikit tetapi ruangan yang tersedianya banyak. Ditambah lagi, rumah sakit-rumah sakit lainnya pun menangani hal serupa.

Pada kesempatan audensi dengan Dinas PUPR ini,  para pemburu berita membahas sekaligus mempertanyakan berbagai hal yang dinilai cukup penting. Seperti, kenapa terjadinya saling lempar tanggung jawab padahal objeknya sama, mekanisme dan kriteria penunjukan perusahaan serta keterlibatan organisasi jasa kontruksi, titik-titik mana saja yang direnovasi sehingga biayanya membengkak, sejauhmana peranan Dinas PUPR,  alokasi rincian anggaran renovasi dan hal-hal lainnya.

Sementara itu, dalam berita sebelumnya Kepala Dinas PUTR H.M Ridwan Setiawan melalui Sekretaris Dinas Yudi Nugraha membantah bahwa anggaran renovasi Ex RSCI diserahkan kepada Dinas PUTR.


Dalam audiensi tersebut, Kepala Dinas PUTR Kabupaten Kuningan, H.M. Ridwan Setiawan didampingi Sekretaris Dinas PUTR Yudi Nugraha, mengungkapkan bahwa sesuai dengan Surat Edaran (SE) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa (LKPP) No. 3 tahun 2020 pengerjaan proyek renovasi rumah sakit darurat dilakukan melalui penunjukkan langsung tidak melalui lelang.

"Kami pun mencari informasi tentang perusahaan yang sudah terbiasa melakukan pengerjaan rumah sakit. Akhirnya terpilihlah 3 perusahaan yaitu CV Yunifan, CV Karya Indah Mulia dan CV Arian Jaya Abadi," kata Ridwan.

Ridwan menegaskan, bahwa Dinas PUTR hanya sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Tim Teknis Inventarisasi kebutuhan rumah sakit saja.

"Sesuai dengan surat dari Kadinkes Kuningan (saat itu masih plt) yang meminta kepada Dinas PUTR untuk menjadi PPK dan Tim Teknis Inventarisasi saja. Saya tegaskan sekali lagi tidak ada anggaran yang diserahkan kepada kami. Yang memegang anggaran tetap di Dinas Kesehatan," ujar Ridwan. (Elly Said)

No comments

Powered by Blogger.