PEMKAB KUNINGAN DIMINTA TRANSPARAN GUNAKAN ANGGARAN COVID-19



Seputarkuningan.com - Ketua PWI Kabupaten Kuningan Iyan Irwandi meminta Pemerintah Kabupaten Kuningan untuk transparan dalam pengalokasian dan penggunaan  dana percepatan penanganan virus Corona atau Covid 19. Pasalnya,  meski dikabarkan terus mengalami kenaikan dari jumlah awal belasan miliar menjadi puluhan miliar  tetapi faktanya sampai saat ini, masyarakat umum termasuk kalangan wartawan belum mengetahui secara terperinci pengalokasian dan penggunaan dana perpecapatan penanganan Covid 19 di Kabupaten Kuningan.

Bahkan ironisnya lagi, berdasarkan informasi yang beredar,  tenaga medis yang selama ini ditugaskan sebagai garda terdepan dalam penanganan pasien terpapar virus Corona sudah tiga bulan belum diberikan insentif sebagaimana diatur dalam ketentuan yang berlaku.Begitu pula media massa  yang intens secara massif menginformasikan melalui pemberitaaan Covid 19, sampai saat ini, belum pernah dianggarkan untuk kebutuhan sosialisasi padahal tugasnya cukup berat. 

"Mereka berupaya memberikan pemahaman agar masyarakat berhati hati dengan selalu mematuhi protokol kesehatan tetapi malah seringkali dihujat sekaligus dituduh penyebar hoax oleh nitizen. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Kuningan disarankan membeberkan neraca anggaran penanganan Covid 19 secara terbuka melalui media massa sehingga selain transparan, masyarakat dan seluruh komponen lainnya bisa bersama sama mengawasi sekaligus mengontrolnya," tandas Iyan kepada awak media, Kemarin.

Ditambah lagi, keterbukaan laporan bantuan dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan anggaran pemerintah daerah serta bantuan dari swasta. Baik berupa dana, Alat Pelindung Diri (APD), sembako maupun peralatan medis lainnya seperti alat rapid test dan swab test. Bantuan-bantuan tersebut harus bisa dipertanggungjawabkan sebagaimana mestinya supaya publik percaya karena anggaran yang dikelola cukup fantastik. 

"Pemerintah  daerah jangan hanya berkilah, sudah sesuai aturan tapi tidak dibuka ke umum," imbuh Iyan.

Pemerintah Kabupaten Kuningan dianggap belum transparan dalam penggunaan anggaran covid-19 terlebih Pemkab Kuningan telah menggelontorkan dana yang cukup fantastis sekitar 75 Milyar Rupiah.

Menurut Iyan, tidak  ada salahnya (Warga) meminta  Pemkab Kuningan transparan dalam pengelolaan dana yang bersumber pada APBN, APBD serta sumber anggaran lainnya. Masyarakat harus mengetahui dana yang besar tersebut diperuntukannya apa saja?

"Pengelolaan dana (Covid-19), khususnya pada program Bansos sangatlah rentan untuk dikorupsi oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Untuk itu, guna memastikan program tersebut tepat sasaran, tidak ada salahnya Pemkab Kuningan transparansi,”pungkas Iyan. (Elly Said)


.

1 komentar:

  1. Ya harus transparan lah duit rakyat,kalau pemeriksaan harus benar dikonfirmasikan dengan realitanya. Termasuk beli Rumah sakit citra ibu kalau ngak salah 7,5 milyar apa ngak kemahalan, Ada yg mau beli gitu kalau tidak dibeli pemda.kan RS Linggarjati juga luas belum digunakan seluruhnya

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.