NABIL : DANA BANTUAN WARGA MISKIN JANGAN DIPOTONG

Seputarkuningan.com - 
Adanya pungutan jasa sebesar Rp 10.000 bagi penerima BPNT khususnya di Kabupaten Kuningan sebagaimana diakui oleh Koordinator Wilayah (Korwil) 1 Jawa Barat (Korwil) Atohilah sangat disayangkan oleh aktifis Kuningan, Nabil Malik.

Nabil menegaskan, dengan adanya temuan oleh Korwil Jabar tersebut harusnya segera dilaporkan kemudian dipublikasikan dan dilakukan tindakan kepada agen yang nakal.

"Kalau penemuan tanggal 18 Juni 2020, kan seharusnya cepat dilakukan tindakan kepada agen-agen yang berbuat nakal agar tidak dilakukan oleh agen lainnya. Saya heran, ini kok malah dibiarkan," tandas Nabil kepada seputarkuningan.com, Senin (29/6/2020).


Nabil menambahkan, dengan adanya kejadian tersebut tentu saja sangat merugikan masyarakat, terlebih penerima BPNT ini merupakan masyarakat miskin. 

"Ini juga merugikan negara, harusnya Korwil Jabar I segera melaporkan ke tim saber pungli dan dilakukan penyelidikan kemana saja larinya uang pungutan 6 sampai 10 ribu itu? Kalau ternyata ada indikasi tindak pidana korupsi yang melibatkan pihak-pihak lain, Tipikor harus ikut turun tangan," ujar Nabil.

Hal itu, lanjut Nabil,  harus diusut tuntas, kemana uang itu, siapa saja yang menerima, itu penting, kasihan para pendamping PKH yang sudah lelah dilapangan, upah tidak seberapa tapi selalu mendapat getahnya. Seharusnya bantuan bagi warga miskin jangan ada potongan dengan alasan apa pun.

"Makanya Korwil Jabar harus segera melaporkan agar tidak muncul kecurigaan. Kalau memang sudah ada temuan berikut bukti-bukti kuat, apalagi beliau turun langsung ke lapangan, berarti tinggal laporkan saja, kalau  tidak, kami sebagai masyarakat pasti curiga, ini ada apa???," ucap Nabil. (Elly Said)

No comments

Powered by Blogger.