KETUA PWI KUNINGAN SESALKAN PEJABAT PUBLIK GELAR "PESTA"


Seputarkuningan.com - 
Kabupaten Kuningan memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga tanggal 22 Juni 2020 dengan memberikan kelonggaran waktu bagi para pelaku usaha. Akan tetapi, beredarnya vidio Bupati Kuningan Acep Purnama yang sedang memberikan sambutan di hari ulang tahunnya dan vidio acara pelepasan Camat Cilimus Eny Sukarsih yang memasuki masa pensiun di WA Grup menuai kritikan. 

Dalam vidio berdurasi 27 detik tersebut, tampak Bupati Kuningan tengah memberikan sambutan di hari ulang tahunnya yang dihadiri Wabup, Sekda, Para Kabag dan pegawai Sekda Kabuupaten Kuningan. Sedangkan pada vidio acara mantan Camat Cilimus yang berdurasi 22 detik, tampak sedang dilaksanakan acara makan-makan yang dihadiri banyak orang.

Ketua PWI Kabupaten Kuningan Iyan Irwandi  sangat menyayangkan adanya kegiatan tersebut yang dianggap mencederai rasa keadilan bagi masyatrakat.

"Sangat disesalkan sekali, di tengah Pandemi Covid-19 ada yang melaksanakan kegiatan tersebut. Apalagi dilaksanakan oleh pejabat publik. Apakah aturan bupati dan crisisi center tidak dianggap?ujar Iyan kepada awak media, Selasa (2/6/2020).

Tentu dengan adanya hal ini, kata Iyan, Wartawan yang sering memberitakan untuk menghimbau kepada seluruh masyarakat agar taat terhadap ketentuan ketentuan yang tertuang pada perpanjangan PSBB sangat kecewa. Karena diduga sejumlah pihak termasuk kalangan birokrat tidak mengindahkan aturan tersebut. Contoh dengan beredarnya sejumlah video kegiatan yang melibatkan masa cukup banyak.

" Harusnya semua pihak bisa menahan diri sampai habisnya masa PSBB untuk memasuki tatanan new normal. Karena kita semua menghendaki supaya covid 19 di Kuningan bisa cepat hengkang dan tidak terus memakan korban. Kalau birokratnya saja diduga tidak patuh, bagaimana dengan masyarakat umum yang selama ini menjerit karena aturan PSBB?," tandas Iyan.

Iyan meminta agar dapat menghargai  para wartawan yang seringkali dibuli nitizen karena dianggap beritanya hoak padahal sesuai fakta di lapangan. Hargai usaha keras tenaga medis yang keselamatannya selalu terancam karena penanganan virus Corona.

"Marilah kita saling menghargai dan mendukung demi terciptanya Kuningan yang kondusif dan sehat," ujar Iyan.

Sementara itu,  Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kuningan, Wahyu Hidayah,  memberikan tanggapannya.

"Agenda itu spontan,  awalnya hanya untuk lingkup Setda saja. Hanya buat pejabat tertentu saja, Pa Wabup, Sekda,  asisten 3 orang,  staf ahli dan para kabag saja," kata Wahyu.

Wahyu menambahkan, dalam kegiatan itu tidak ada acara perayaan sebagaimana disangkakan.  Dalam peringatan Ultah ke 61 Bupati Acep itu tidak ada agenda salam-salaman."Saat ini kan masa pandemi,  disampaikan juga tidak ada ucapan selamat satu per satu,  singkat saja.  Langsung doa dan kita juga perhatikan protokol Covid-19, pakai masker,  ada sekat di tempat duduknya," papar Wahyu.

Wahyu juga,  mengakui sempat jadi pembawa acara dalam kegiatan tersebut.  Makanya,  dirinya mensetting agar agenda tidak berlangsung lama, karena Bupati akan bertolak ke Solo hari ini.

"Pak Bupati juga tidak berbicara lama,  hanya kurang dari 5 menit. Dan dalam doa pun disisipkan agar kita segera bisa melewati masa pandemi Covid-19 ini, " ungkap Wahyu.

Ditanya,  terkait aturan PSBB,  tentang tidak diperbolehkan adanya kerukunan massa,  Wahyu menyebutkan hal itu masih berlaku. (Elly Said)

No comments

Powered by Blogger.