DINAS PUTR KUNINGAN BANTAH TERIMA ANGGARAN RENOVASI EX CITRA IBU


Seputarkuningan.com - 
Kepala Dinkes Kabupaten Kuningan, Susi Lusiyanti didampingi Direktur RSUD’45 Kuningan, Deki Saifullah dan Direktur RSU Linggarjati,  Edi Martono, mengungkapkan bahwa Dinkes Kabupaten Kuningan mendapatkan alokasi dana untuk pembelian rumah sakit darurat khusus penanganan pasien terpapar virus Corona sebesar Rp 7,5 miliar dan renovasinya Rp 2.250.000.000 serta pencegahan dan pengendalian Covid-19 Rp 1 miliar. 

Sedangkan RSUD’45 Kuningan mendapatkan alokasi anggaran Rp 6 miliar tetapi Rp 3 miliarnya untuk insentif tenaga medis. Begitu pula RSU Linggarjati memperoleh anggaran Rp 3 miliar dan telah cair semuanya.

Akan tetapi, Kadinkes Kuningan menyebutkan bahwa untuk anggaran renovasi rumah sakit darurat penanganan pasien terpapar virus Corona, telah diserahkan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Kuningan. Hal ini diungkapkan Kadinkes Kuningan saat melakukan audiensi bersama Aliansi Jurnalis Kuningan Bersatu (ANARKIS) beberapa waktu yang lalu.

Pernyataan tersebut  dibantah Sekretaris Dinas PUTR , Yudi Nugraha saat dikonfirmasi awak media, Kemarin.  Menurut Yudi,  Dinas PUTR Kabupaten Kuningan hanya berperan sebagai  Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan tim teknis identifikasi kebutuhan saja sesuai dengan permohonan dari kepala Dinkes Kabupaten Kuningan.

“Peran Dinas PUTR dalam hal renovasi rumah sakit darurat khusus penanganan pasien yang terpapar virus Corona sebatas menjadi PPK dan tim teknis identifikasi saja. Sehingga tidak ada kaitannya dengan penyerahan dana,” tegas Yudi.

Anggaran Belanja Tidak Tetap (BTT) renovasi gedung rumah sakit darurat yang sebelumnya merupakan eks Rumah Sakit Bersalin Citra Ibu di jalan Ciharendong Kelurahan Cirendang Kecamatan Kuningan  langsung masuk ke rekening tiga rekanan yang mengerjakan proyek tersebut. 

Lebih lanjut Yudi menjelaskan, ketiga perusahaan yang terdiri dari  CV Yunifan, CV Karya Indah Mulia dan CV Arian Jaya Abadi tersebut bersama-sama melakukan tiga jenis kegiatan dalam kurun waktu kontrak 14 hari sesuai ketentuan kedaruratan. Yakni, renovasi fisik gedung eks Rumah Sakit Bersalin Citra Ibu, kegiatan perbaikan dan pemasangan sarana serta prasarana gedung,  penataan lahan pakir dan halaman yang total anggarannya sebesar Rp 2.073.000.000.

"Rekanan yang mengerjakan proyek tersebut tidak dipilih melalui pelaksanaan tender atau lelang tetapi ditunjuk langsung oleh pemerintah daerah dengan berbagai pertimbangan. Namun di masa Covid-19 tersebut, tidak menyalahi aturan karena sesuai dengan  Surat Edaran (SE) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa ( LKPP) Nomor : 3 tahun 2020," papar Yudi.

Disinggung terkait dana renovasi yang digunakan hanya habis sekitar Rp 2.073.000.000 padahal dianggarkan sebesar Rp 2.250.000.000, mantan kepala Bagian Humas Setda Kuningan ini mengatakan jika sisanya digunakan belanja langsung oleh Dinkes Kabupaten Kuningan. Di antaranya penataan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) rumah sakit dan sebagainya.

“Semoga dengan penjelasan singkat terkait dana Covid-19 untuk renovasi gedung eks Rumah Sakit Bersalin Citra Ibu ini tidak terjadi kesalah pahaman lagi mengenai anggaran tersebut," pungkas Yudi. (Elly Said)

No comments

Powered by Blogger.