DIANCAM LEWAT MEDSOS, DERI POLISIKAN PENGGUNA FB

Deri Akbar

Seputarkuningan.com - 
Merasa terancam di dunia maya serta dituduh dan difitnah secara terang-terangan dengan nada ancaman oleh video salah sebuah akun Facebook, Deri Akbar (38 tahun) salah seorang pekerja seni usai menghadiri Audiensi Aliansi Aktifis Kuningan terkait nasib para Pekerja Seni dan Budaya di masa Pandemi Covid-19 di Gedung DPRD Kuningan, mendatangi Polres Kuningan untuk melaporkan akun Facebook tersebut.

“Terkait masalah saya pribadi, saya akan melaporkan satu akun facebook yang disana menuduh saya secara pribadi, satu pencemaran nama baik, dua ancaman, ketiga fitnah dan perbuatan yang tidak mengenakan,” kata Deri kepada awak media saat berada di Balai Wartawan Polres Kuningan, Rabu (10/6/2020).

Kronologi awalnya, kata Deri, adalah akibat adanya kesalahpahaman terkait apa yang dirinya tulis di status FB miliknya.Mungkin, karena apa yang ditulisnya di FB, dan itu kronologinya salah paham, kronologi awal bermula dari obrolan Deri dengan rekan-rekan aktifis di rumahnya, kemudian karena di rumah sering mengadakan acara kesenian, maka terjadilah pembicaraan dengan beberapa pekerja seni bahwa ternyata mereka belum pernah menerima bantuan saat Pandemi Covid-19 ini. Dari obrolan tersebut, Deri bersama para Pekerja Seni tersebut berinisiatif menghadap Bupati untuk curhat menyampaikan nasib mereka kepada orang nomor satu di Kuningan tersebut.

"Alhamdulillah diterima oleh Pak Bupati dengan baik, dan perlu dicatat saya tidak pernah mengatasnamakan satu organisasi kesenian manapun, saya atas nama pribadi bareng rekan-rekan dan saya tidak mengatasnamakan satu organisasi kesenian manapun,”ujar Deri.

Selepas bertemu Bupati, rombongan langsung menemui Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy di kediamannya. Ketua DPRD memberikan waktu hari Rabu (10/6) dan kuota 15 orang di Gedung Dewan untuk melakukan audiensi.

“Dalam perjalanan, sebelum audiensi kemarin ada boradcast di beberapa grup seniman yang isinya mengajak untuk pengumpulan massa. Hal itu diluar tanggung jawab kami, saya tidak pernah mengajak, menggerakan atau mengumpulkan masa untuk demo karena kita sudah diterima dengan baik dan diberi waktu untuk audiensi yakni hari ini,”kata Deri.

Deri merasa Video dari status yang ada di salah satu akun FB tersebut jelas mengarah ke dirinya. Dalam video tersebut jelas menyebut namanya berulang-ulang.

“Sekarang saya silaturahmi ke Polres dan akan melaporkan akun tersebut karena beberapa pasal sudah dilanggar terutama UU ITE. Fitnahnya dia menuduh saya menggerakan menjerumuskan para pekerja seni, silahkan dikonfirmasi ke rekan-rekan pekerja seni yang sekarang ikut ke dewan, justru mereka merasa ada yang memperjuangkan,” pungkas Deri. (Elly Said)

No comments

Powered by Blogger.