BEJAT ! TENAGA HONORER TEGA CABULI 8 BOCAH


Seputarkuningan.com - 
Jajaran Satreskrim Polres Kuningan berhasil meringkus AYN (34) warga Kecamatan Cilimus, pelaku pencabulan terhadap 8 orang anak di bawah umur. Kapolres Kuningan AKBP Lukman Syafri Dandel Malik menerangkan, terungkapnya aksi bejat pelaku setelah unit PPA Satreskrim Polres Kuningan menerima laporan dari orang tua salah satu korban.

Sejauh ini, pelaku mengakui telah mencabuli 10 anak laki-laki  berusia sekitar 12-17 tahun. Korban merupakan tetangga pelaku dan sering main ke rumah pelaku. Hanya saja, kata Kapolres, baru ada 8 korban yang secara resmi telah melaporkan kejadian tersebut.

"Pelaku melakukan aksi bejatnya mulai dari awal tahun 2019 dan telah dilakukannya berulang kali di waktu dan tempat yang berbeda. Kemudian, salah satu orang tua korban mengetahuinya dan melaporkan kejadian tersebut kepada kami," ungkap Kapolres Kuningan AKBP Lukman Syafri Dandel Malik saat menggelar jumpa pers di Aula Polres Kuningan, Jum'at (5/6/2020).

Menurut Kapolres, pelaku melakukan aksi cabul kepada 8 anak laki-laki setelah sebelumnya merayu korban dengan iming-iming baju baru dan dibelikan kuota internet. Dan pelaku melakukan aksinya di empat tempat yang berbeda.



Saat ini polisi telah melakukan penahanan terhadap AYN yang diketahui bekerja sebagai tenaga honorer di TNGC dan terus menggali informasi kemungkinan korban lainnya. 

"Kami masih terus melakukan penyidikan untuk mengetahu kemungkinan korban lainnya," ujar Kapolres.

Bersama pelaku diamankan barang bukti berupa 1 buah baju sweater hitam biru, 1 buah baju dan celana warna abu dengan lengan baju warna hitam, 1 buah celana panjang warna abu, dan 1 buah baju dan celana warna abu pakaian yang diberikan pelaku kepada korban.

Pelaku telah melanggar pasal 82 ayat (1) dan ayat (4) UU RI No. 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU RI No. 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-undang Jo pasal 76E UU RI No. 35 tahun 2014 perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak jo pasal 64 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan atau denda sebesar 5 milyar rupiah. (Elly Said)



No comments

Powered by Blogger.