UNGKAP KEMATIAN IBUNYA, AGUS MINTA POLISI LAKUKAN AUTOPSI


Seputarkuningan.com - 
Kasus kematian Sanah (60) warga Dusun II Cibodas Desa Cipondok Kecamatan Cibingbin Kabupaten Kuningan akan segera didalami pihak kepolisian melalui otopsi jenazah korban. Agus Ambriti yang merupakan anak ke-2 dari korban menyetujui polisi untuk melakukan autopsi atas mendiang ibunya yang telah dimakamkan di TPU Desa Cipondok

Agus berharap proses autopsi yang dilakukan Satreskrim Polres Kuningan dapat mengungkap kebenaran insiden ibunya yang diduga dibunuh.

"Saya harus tahu kebenarannya dengan ibu saya diautopsi. Semua yang jadi tanda tanya saya sebagai anaknya bisa mendapat jawaban," ujar Agus kepada seputarkuningan.com saat dikonfirmasi di TPU Desa Cipondok Kecamatan Cibingbin usai menyaksikan proses autopsi, Kamis (21/5/2020).

Kecurigaan Agus berawal dengan meninggalnya korban yang tanpa sakit terlebih dahulu. Bahkan, kata Agus, pagi hari sebelum ditemukan meninggal korban melakukan aktivitasnya seperti biasa. Agus menuturkan, korban tinggal seorang di rumahnya dan ada anaknya yang pertama tinggal tidak jauh dari kediaman korban. Setiap hari, kakaknya Agus mengirimkan makanan kepada korban untuk berbuka puasa.

"Pada hari Selasa tanggal 12 Mei 2020, kakak saya seperti biasa akan mengantarkan makanan ke rumah ibu sekitar pukul 4 sore. Tiba di rumah ibu, menemukan ibu dalam kondisi telungkup dan mengeluarkan darah dari mulut. Akibat panik, kakak meminta bantuan tetangga untuk membawa ibu ke ruang tengah," kata Agus.

Saat ditemukan, lanjut Agus, kondisi korban sudah tidak bernyawa. Agus  yang tinggal di Jakarta pun bergegas pulang ke Desa Cipondok begitu mendengar kabar bahwa ibunya meninggal. Akan tetapi, Agus merasa kecewa ketika tiba di rumah ibunya, jenazah sudah dikuburkan.

"Kemudian saya dapat informasi dari yang memandikan jenazah ibu bahwa mata sebelah kiri ibu terlihat lebam dan mulut mengeluarkan darah. Selain itu, perhiasan yang dipakai oleh ibu saya pun hilang hanya cincin saja yang masih ada," ujar Agus.

Setelah berembuk dengan keluarganya, Agus memutuskan untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Pada Hari Minggu (17/5/2020) Agus pun melaporkan kejadian yang menimpa korban kepada pihak kepolisian.

"Apapun hasilnya nanti, kami serahkan kepada kepolisian dan dokter forensik. Saya berharap kebenaran terungkap dan jika dugaan saya benar maka pelakunya segera tertangkap," pungkas Agus. (Elly Said)

No comments

Powered by Blogger.