PSBB DI KUNINGAN DIANGGAP TIDAK EFEKTIF, INI ALASANNYA


Seputarkuningan.com - 
Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Kuningan dianggap tidak efektif. Di hari ke-10 pelaksanaan PSBB masih menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Menurut Ketua Umum LPKSM ANIKU juga sebagai Bendahara di Kumpulan Penghimpun Organ Rakyat Indonesia H. Budi S Rais, ST.SH mengatakan, pelaksanaan PSBB di Kuningan lebih cenderung kepada Karantina Wilayah Parcial (KWP) seperti yang sebelumnya telah diterapkan, hanya waktu pelaksanaannya saja yang dimajukan.

Selain sanksi yang diterapkan tidak tegas, PSBB berjalan tanpa pengawasan di tempat-tempat kerumunan. Padahal, kata Budi, edukasi tentang bahaya berkerumun yang masih kurang membuat warga tetap nekat "meluncur" kemana-mana tanpa menggunakan alat pelindung diri seperti masker.

"Saya masih melihat warga berkerumun tanpa mengindahkan himbauan social atau physical distancing. Seharusnya dari siang hari pelaksanaan PSBB sudah diawasi oleh petugas di tempat-tempat keramaian," kata Budi kepada seputarkuningan.com, Jum'at (15/5/2020) saat ditemui di kediamannya.

Budi menambahkan, kerumunan warga di pasar-pasar, tempat perbelanjaan di pusat kota memang tidak bisa dihindarkan. Menurut Budi, selama pelaksanaan PSBB tidak memuat sanksi yang jelas bagi pelanggar, maka PSBB tidak akan berjalan efektif.

"Apa bedanya PSBB dengan KWP yang diterapkan sebelumnya? itulah, harus ada sistim yang memberikan sanksi tegas bagi pelanggar PSBB sebagai efek jera," tandas Budi.

Pandemi Covid-19 ini dianggap sebagai bencana global dan berpengaruh terhadap kehidupan terutama di bidang ekonomi. Oleh karena itu, kata Budi, mari bersama-sama untuk saling menguatkan dan saling bergotong royong menghadapi wabah ini. 

"Semoga semua ini cepat berakhir dan dapat kembali ke kehidupan seperti sebelum adanya virus corona ini," pungkas Budi. (Elly Said)

No comments

Powered by Blogger.