PEDAGANG KEMBANG API DIMINTA TAK JUAL PETASAN


Seputarkuningan.com - 
Para pedagang kembang api di Kuningan  diminta tidak memperjualbelikan petasan atau mercon kepada masyarakat mau pun anak-anak. Pasalnya, petasan termasuk benda berpeledak yang dilarang sesuai Undang undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Hal itu diungkapkan Kapolres Kuningan AKBP Lukman Syafri Dandel Malik saat melakukan sidak di Pasar Kepuh Kabupaten Kuningan dan menemukan seorang pedagang kembang api yang kedapatan menjual petasan, Rabu (20/5/2020).

Kapolres menyebutkan, di UU Darurat tersebut disebutkan, petasan itu tidak dibenarkan. Maka dari itu, kepolisian melarang dan akan melakukan tindakan tegas kepada siapa pun yang memproduksi, memperdagangkan dan menyalakan petasan.

 "Mercon itu meledak, jadi dilarang. Kalau kembang api masih kami bolehkan," ujar Kapolres.

Pihaknya meminta seluruh masyarakat tidak menyalakan petasan, apalagi saat momen Ramadan ini. Karena, selain melanggar aturan, banyak hal negatif bisa ditimbulkan dari petasan, baik membahayakan orang yang meledakkan, orang lain yang terkena, rawan menyebabkan kerusakan pada bangunan seperti kebakaran dan guncangan serta mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kapolres mengaku, pihaknya bersama TNI serta lainnya akan berupaya melakukan pengawasan serta penertiban di lapangan, jika masih dijumpai peredaran petasan di masyarakat. 

"Kami berharap, masyarakat tidak lagi bermain petasan dan para penjual kembang api juga tidak kucing-kucingan menjual petasan," pinta Kapolres.  

Menurut Kapolres, momen Ramadan kerap dijadikan sejumlah masyarakat, lebih khusus pemuda dan anak-anak, untuk kegiatan menyalakan petasan. Pihaknya terus berupaya menyadarkan masyarakat, menyadarkan para pedagang serta menegakan aturan dengan merazia pedagang petasan yang masih membandel. 

Karena, sesuai UU Darurat dan Pasal 187 KUH Pidana tentang bahan peledak, para pembuat, penjual, penyimpan, dan pengangkut petasan bisa dikenakan hukuman minimal 12 tahun penjara. Bahkan hukuman terberat maksimal kurungan seumur hidup. 

"Ini karena bahan peledak dapat menimbulkan ledakan, membahayakan orang serta dianggap mengganggu lingkungan masyarakat," tuturnya.

Pihaknya mengharapkan peran serta masyarakat memberikan penyadaran serta melaporkan kepada pihak kepolisian jika di lingkungannya masih ada yang membuat, menjual, menyimpan mau pun menyalakan petasan. Diharapkan, dengan peran serta masyarakat tersebut, mampu menekan adanya kegiatan penyakit masyarakat (pekat) tersebut di seluruh wilayah hukum Kuningan. (Elly Said)

No comments

Powered by Blogger.