NIAT BANTU WARGA, ATANG MALAH BERURUSAN DENGAN POLISI


Seputarkuningan.com - 
Adanya keinginan membantu warga sekitar yang terdampak Covid-19 dengan mengupayakan bantuan dari berbagai pihak, Atang salah seorang warga Kelurahan Cipari Kecamatan Cigugur  menyampaikan permohonan bantuan sembako kepada Tim Penggerak PKK Kabupaten Kuningan.

“Yang saya lakukan ini ikhlas didasari keinginan untuk ikut membantu masyarakat, tanpa ada imbalan baik dari yang menerima atau yang menyerahkan bantuan," kata Atang.

Atang menyebutkan dari Tim Penggerak PKK, dirinya mendapatkan paket sembako sebanyak 18 paket sembako untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, Senin (11/5), dengan membawa formulir yang harus diisi oleh masyarakat yang mendapatkan bantuan disertai poto copy KTP penerima.

 "Saya tidak mengecek isi paketnya seperti apa, karena yang saya tahu di formulir yang saya bawa sembako tersebut isinya beras 4 kg, minyak satu liter dan tepung terigu 1kg itu yang tertera disana,” ujar Atang.

Setelah dibagikan, sore harinya ada salah seorang warga yang menerima bantuan menanyakan isi sembako yang dibagikan. Menurutnya, isi beras yang diterima tidak sesuai dengan yang tertulis di formulir penerimaan. Beras yang diterima warga setelah ditimbang hanya ada 2,5 kg saja.

Atas kekurangan tersebut, Atang pun mendapatkan tuduhan dari masyarakat. Dirinya dikira telah memangkas hak masyarakat yang berbentuk beras, dan akhirnya masyarakat menjadi gaduh dan melaporkannya ke Polsek Cigugur

“Saya diminta klarifikasi, dan saya menyampaikan apa adanya dan di Polsek Cigugur ini sifatnya sebatas menampung laporan, keesokan harinya saya diarahkan oleh Polsek Cigugur untuk datang ke Polres Kuningan,” lanjut Atang

Pada Selasa (12/5/2020), Atang pun melapor ke Unit Tipikor Satreskrim Polres Kuningan untuk membuat Berita Acara Serah Terima Barang yang diterima langsung oleh Aipda Hikmat Komara Anggota Unit I (Tipikor) Sat Reskim Polres Kuningan berupa 1 kantong minyak goreng, 1 kantong tepung terigu, dan beras sekitar 2,5 Kg.

“Tadinya saya merasa bersyukur dan merasa bangga bisa menolong masyarakat, tapi dengan kejadian seperti ini justru saya juga merasa jadi korban, untung saja masyarakat ngoreksi dan langsung ada teguran kesaya. Dan lapor ke pihak kepolisian, bayangkan kalau tidak dilaporkan pasti akan menjadi tuduhan kepada saya, padahal saya demi Allah, demi Rasulullah sama sekali tidak mendapatkan operasional memanfaatkan apalagi mengambil hak rakyat, itu niat tulus saya berusaha untuk rakyat,” tandas Atang.

Atang menjelaskan akan taat hukum, dan sepenuhya menyerahkan masalah ini kepada pihak kepolisian, dirinya berjanji akan kooperatif bilamana dibutuhkan selama proses menyelesaikan permasalahan ini. (Elly Said)
 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.