BERLAKU BESOK, BEGINI ATURAN PENERAPAN PSBB DI KABUPATEN KUNINGAN

Seputarkuningan.com - Kabupaten Kuningan akan mulai memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) besok Rabu (6/5/2020). Dalam pelaksanaan PSBB itu, ada beberapa hal yang diperbolehkan, dibatasi dan dilarang untuk dilaksanakan warga Kabupaten Kuningan.Pelaksanaan PSBB ini dimulai tanggal 6 Mei 2020 hingga 19 Mei 2020.

"Tujuan PSBB untuk membatasi kegiatan tertentu dan pergerakan orang dan/atau barang dalam rangka menekan penyebaran  Virus Corona  (COVID-19)," kata Juru Bicara Crisis Center Corona Kabupaten Kuningan Agus Mauludin kepada seputarkuningan.com, Selasa (5/5/2020).


Agus menjelaskan kegiatan belajar-mengajar di sekolah dan institusi pendidikan dihentikan. Namun untuk bidang kesehatan, masih dapat dilanjutkan. Aktivitas bekerja di perkantoran juga dihentikan sementara waktu selama PSBB berlangsung. Tapi  masih ada pengecualian untuk aktivitas pekerjaan yaitu bagi perangkat daerah yang menyelenggarakan fungsi pelayanan langsung kepada masyarakat, seperti kebencanaan, kesehatan, perhubungan, persampahan, damkar, trantib, ketenagakerjaan, ketahanan pangan, sosial, pemakaman dan keuangan daerah.

"Untuk TNI, Polri, dan pelaku usaha yang bergerak di bidang kesehatan, perekonomian, keuangan, komunikasi, industri, ekspor impor, distribusi, dan logistik masih dapat beroperasi. Namun dalam penerapannya, perlu dilakukan pembatasan sesuai dengan aturan yang berlaku," imbuh Agus.

Untuk pasar rakyat boleh/tradisional boleh beroperasi mulai pukul 24.00 Wib - 12.00 Wib, angkutan umum dan delman mulai pukul 06.00 Wib hingga pukul 16.00 Wib, dan pasar modern , pertokoan dan kaki lima mulai beroperasi pukul 08.00 Wib hingga pukul 16.00 Wib.dari pukul 04.00 WIB sampai 13.00 WIB dan minimarket dari 08.00 WIB sampai 18.00 WIB. Aturan lainnya adalah  dilarang menyediakan tempat duduk untuk pengunjung dan mengutamakan sistem delivery.

Selama PSBB berlangsung, Pemkab Kuningan juga melakukan pembatasan moda transportasi umum. Kapasitas penumpang baik di kendaraan pribadi maupun umum, maksimal 50 persen. Sedangkan untuk angkutan roda 2 berbasis aplikasi hanya mengangkut barang dan angkutan roda 2 untuk tujuan melayani kepentingan masyarakat dan keperluan pribadi dapat membawa penumpang dengan syarat memakai masker, dalam keadaan sehat dan alamat dalam kartu identitas harus sama.  Agus menambahkan transportasi untuk antar-jemput barang, transportasi untuk fasilitas kebakaran, hukum, serta ketertiban dan darurat, masih dapat beroperasi. (Elly Said)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.