PEMBELIAN RS EXS CITRA IBU , KETUA BEM UNIKU SEBUT PEMBOROSAN

Ketua BEM UNIKU Ujang Taufikurahman

Seputarkuningan.com- Pembelian Eks RS Citra Ibu yang dilakukan Pemkab Kuningan untuk dijadikan RS Rujukan penanganan Covid-19 dengan alokasi dana mencapai 9 milyar rupiah sangat disayangkan. RS Eks Citra Ibu tersebut, hanya memiliki 28 ruangan dengan daya tampung 56 pasien. Hal ini diungkapkan Ketua BEM Uniku Ujang Taufikurahman dalam keterangan persnya.

Menurut Ujang, kalau hanya sekedar mengejar bangunan atau ruang isolasi kenapa harus membeli bangunan tersebut? proporsi anggarannya nyaris hampir 50% dari total anggaran Covid-19.

"Ini pemborosan, seharusnya bisa memanfaatkan bangunan yang ada seperti GOR Ewangga, Gedung KNPI, atau jika hanya untuk sementara bisa melakukan skema sewa itu akan lebih hemat, dan anggaran Rp9 miliar bisa dialokasikan untuk masyarakat yang terdampak,” kata Ujang.

Ujang menyebut rumah sakit rujukan Covid-19 tersebut terkesan dipaksakan, salah satunya contoh setelah diresmikan pada tanggal 7 April 2020, kenyataan ‘lucu’ terjadi dimana ketika ada pasien rujukan kesana malah ditolak dengan alasan tidak siap.

“Aneh yah? sudah dibuka tapi tidak siap. Seharusnya ada keterangan dong dari pemerintah kenapa tidak siap. Ini harus jadi catatan. Jangan-jangan mereka sedang bercanda atau hanya gladi resik pembukaan. Kalo belum siap jangan dibuka dulu," tandas Ujang.

Ujang menambahkan, Pemkab Kuningan seharusnya menyiapkan rumah singgah bagi para pemudik sebelum mereka pulang ke rumah masing-masing. 

"Harusnya pemkab juga memikirkan para pemudik yang jumlahnya mencapai 50 ribu tersebut. Contohnya di Banyuwangi yang menyiapkan rumah singgah bagi para pemudik. Dengan adanya rumah singgah tersebut guna social distancing dengan isolasi diri 14 hari benar-benar terlaksana, bukan sebatas himbauan belak," ujar Ujang.

Fasilitas rumah singgah ini, menurut Ujang tidak akan menghabiskan budget banyak tapi kenapa malah memilih membeli bangunan tua yang benar-benar boros

“Dengan adanya pandemi ini, banyak warga yang terdampak secara kesehatan dan ekonomi. Jika mereka dianjurkan untuk dirumah aja. Seharusnya pemerintah daerah menyiapkan juga donk stok pangan antisipasi yang besar bukan malah kecil seperti sekarang. Saya lihat hanya sekitar 2,8 persen dari total anggaran. Alias 500 juta,” pungkasnya. (Elly Said)

No comments

Powered by Blogger.