JIKA BERULAH LAGI, NAPI "DIRUMAHKAN" MASUK SEL ISOLASI


Seputarkuningan.com - Dirjen Pemasyarakatan Kementrian Hukum dan HAM akan mencabut hak asimilasi bagi para narapidana jika mereka kembali berulah. Hingga hari ini, sebanyak 60 narapidana di Lapas Kelas II A Kuningan telah dirumahkan menjalani program narapidana asimilasi. Ke 60 warga binaan di Lapas Kelas IIA itu telah memenuhi syarat keluar dari tahanan untuk melakukan asimilasi di rumah. 

Menurut keterangan Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan Gumilar Budirahayu mengatakan,  bahwa SK Kepulangan narapidana asimilasi telah ditandatangani. Dan tentu pembebasannya telah dilakukan secara bertahap. Dan narapidana yang dipulangkan itu untuk melakukan isolasi mandiri di rumah. 

"Dan apabila mereka melanggar semua aturan disiplin, mereka harus kembali lagi dan dikurung di tahanan isolasi serta harus menjalankan sisa pidana ditambah dengan pidana yang baru," ujar Gumilar.

Gumilar menegaskan, warga binaan ini bukan berarti bebas hari ini, tapi masih dalam pengawasan pihaknya. Pihak lapas akan melihat sampai sejauh mana bentuk tanggung jawab dan prilaku mereka di luar lapas.

"Kita keluarkan secara bertahap, hingga hari sudah ada 60 orang. Dan mereka semua nanti menjalani asimilasi mandiri sambil menunggu SK Pembebasan bersyarat dan SK Cuti Bersyarat,” jelas Gumilar. 

Asimilasi ini, kata  Gumilar, sesuai Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. 10 Tahun 2020 serta Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor M.HH-19.PK/01.04.04 Tahun 2020. Dalam peraturan tersebut mengatur syarat pemberian asimilasi dan hak integrasi bagi narapidana dan anak dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Corona virus Disease -19 (COVID-19). Dan yang berhak mendapat asimilias di rumah adalah yang telah menjalani setengah dan dua pertiga masa pidana sampai 31 Desember 2020 mendatang. 

"Kami mengeluarkan narapidana untuk pelaksanaan asimilasi di rumah itu yang sudah terbit SK Pembebasan Bersyaratnya dan SK Cuti Bersyaratnya, maupun yang sedang diusulkan dan tidak terkena Register F. Narapidana datang kerumah untuk melakukan isolasi mandiri dan tidak melakukan perbuatan pelanggaran hukum," kata Gumilar

Persyaratan administrasi tersebut, membuat proses pelepasan para warga binaan tersebut tidak bisa dilakukan sekaligus. Selain itu, penerima program asimilasi di rumah juga tidak dari perkara hukum yang berat. Gumilar juga menekankan dalam proses pengeluaran tidak dipungut biaya sedikitpun atau gratis.

Pelepasan para napi ini disaksikan langsung oleh jajarannya, keluarga narapidana dan narapidana yang bersangkutan itu sendiri. 
Narapidana diharapkan juga untuk memberikan timbal balik atas kesempatan yang diberikan oleh pemerintah dan menjaga kepercayaan yang telah diberikan. 

"Setelah datang kerumah bisa membuktikan kepada masyarakat bahwa telah berubah dan bisa bersaing dengan masyarakat serta dapat menunjukan kepada masyarakat bahwa narapidana yang melakukan asimilasi dan integrasi di rumah bisa memberikan dampak positif dan perbedaan kepada hal baik," pungkas Gumilar. (Elly Said)

No comments

Powered by Blogger.