HASIL REFOCUSING, ANGGARAN COVID-19 CAPAI RP 41,4 M. INI PERUNTUKANNYA

Sekda Kabupaten Kuningan Dian Rahmat Yanuar
Seputarkuningan.com - Pemerintah Kabupaten Kuningan  melakukan refocusing dan realokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dari hasil refocusing tersebut terkumpul anggaran sebesar Rp 41,4 milyar.

"Kami Pemerintah Kabupaten Kuningan telah melakukan refocusing untuk anggaran penanganan Covid-19. Nilai anggarannya yang semula 18 milyar rupiah, kini mencapai 41,4 milyar rupiah. Anggaran tersebut diambil dari anggaran untuk tiap SKPD sebanyak 6 %," kata Sekda Kabupaten Kuningan Dian Rahmat Yanuar saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (20/4/2020).

Alokasi anggaran tersebut di titik beratkan  3 sektor yang menjadi fokus dalam refocusing dan realokasi APBD, antara lain adalah peran  kesehatan sebesar 24,4 milyar rupiah,  penanganan dampak ekonomi sebesar 2 milyar rupiah dan penyediaan jaring pengaman sosial sebesar 15 milyar rupiah.

Lebih lanjut Dian menjelaskan, penanganan kesehatan ini terdiri dari pengadaan alat dan obat untuk Covid, pembuatan ruang isolasi dan perawatan khusus di RSUD, dukungan sarana dan prasarana untuk penanganan Covid-19, pengadaan rumah sakit darurat dan fasilitas rumah sakit, untuk aktivasi posko penanganan Covid, intensif tenaga medis dan yang hal-hal lainnya yang berhubungan dengan kesehatan. Untuk penangananan dampak ekonomi, lebih difokuskan kepada kepada pengadaan stok sembako, antisipasi dampak Covid-19  dan penyediaan stok pangan, dan penyediaan social safety net atau  jaring pengaman sosial pun sama untk penyediaan sembako dan bantuan-bantuan bagi yang terdampak Covid-19 ini.

Jumlah anggaran ini, lanjut Dian,  sudah memasuki parcial ke-3 yang artinya, dalam perjalananan APBD murni menuju perubahan ada pergeseran-pergeseran anggaran yang cukup mekanismenya pemberitahuan kepada Pimpinan DPRD . Mengingat adanya pandemi Virus Covid-19 yang terus dinamis dan membutuhkan pergeseran-pergesaran anggaran, maka setelah dilakukan beberapa pergeseran angka-angka dihasilkan 41,4 milyar rupiah.

"Anggaran ini kan dinamis, sekarang ini kita konsen dulu kepada penanganan kesehatan. Semua yang dilakukan ini harus berjenjang karena keterbatasan anggaran juga," ucap Dian. (Elly Said)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.