TOLAK GALIAN C, WARGA LURAGUNG LANDEUH DESAK BUPATI TUTUP LOKASI

Seputarkuningan.com - Kantor Bupati Kuningan   digeruduk puluhan massa Aliansi Masyarakat Peduli Luragung (AMPEL), Rabu (4/3/2020).  Mereka berasal dari Desa Luragung Landeuh Kecamatan Luragung Aksi unjuk rasa tersebut buntut aktivitas tambang galian C yang dianggap merusak lingkungan.


Selama aksi berlangsung, warga membentangkan sejumlah spanduk bernada protes. Di antaranya "Galian pasir=kuburan anak cucu kami dan merampas lahan bermain", "Masyarakat Luragung menolak Galian". Sejumlah warga juga terlihat berorasi, menyuarakan penolakan tambang yang mencemari lingkungan..Aksi tersebut mendapat dukungan dari GMNI Kuningan. 
Dalam orasinya, warga menuntut janji Bupati Kuningan yang pada saat melakukan kampanye tanggal 11 April 2018 lalu menjanjikan akan membendung galian. Akan tetapi, janji tersebut tidak terbukti.
Kordinator lapangan, Iwan Kurniawan menegaskan bahwa lokasi galian C seluas 35 ha tersebut dinilai cacat prosedur. Hal ini disebabkan, masyarakat Desa Luragung Landeuh dari awal adanya rencana galian pasir tersebut tidak pernah dilibatkan untuk musyawarah.
Beberapa kali telah dilakukan mediasi pun selalu menemui jalan buntu. Oleh karena itu masyarakat yang kontra terhadap adanya galian pasir dengan tegas tetap menolak. Bahkan, lanjut Iwan, lokasi galian tersebut juga disinyalir tidak memiliki AMDAL.
" Kami menuntut kepada Bupati Kuningan agar usaha pertambangan di wilayah Luragung Landeuh ditinjau kembali. Segera tutup dan cabut ijin usaha pertambangan tersebut dan usut tuntas kasus galian C Luragung Landeuh," tegas Iwan.
Iwan menambahkan, tuntutan warga ini tidak bisa diubah. Mereka tegas menuntut aktivitas tambang galian C tersebut dihentikan. Jika tidak ada titik temu, warga akan terus mengawal kasus ini sampai aktivitas tambang berhenti. Banyak dampak negatif yang dirasakan warga yang berada di sekitar lokasi galian tersebut, di antaranya jalan rusak, debu yang mgakibatkan polusi udara, suara bising dan dikhawatirkan akan timbul gejala alam lainnya. (Elly Said)

No comments

Powered by Blogger.