STOK NORMAL, SATGAS PANGAN PASTIKAN TIDAK ADA PANIC BUYING



Seputarkuningan.com - Tim  Satgas Pangan yang dikomandoi oleh Kasat Reskrim POLRES KUNINGAN AKP Danu Radytia Atmaja terus melakukan pemantauan ketersediaan pasokan bahan pokok, khususnya dalam situasi pembelian berlebih atau fenomena panic buying yang belakangan terjadi akibat isu virus corona.

"Kami kepolisian khususnya dari Satgas Pangan, memastikan tidak adanya panic buying yang terjadi di masyarakat. Jadi sampai hari ini kesiapan bahan pokok itu masih stabil," ujar Danu kepada seputarkuningan.com saat dikonfirmasi, Senin (16/3/2020).

Menurut Danu, masyarakat tidak perlu panik dan khawatir dengan ketersediaan bahan pokok di pasaran. Termasuk menegakkan hukum bagi para pelaku penimbunan barang tertentu yang sangat dibutuhkan masyarakat saat ini dengan motif ekonomi.

" Kami terus melakukan pemantauan terhadap ketersedian bahan pangan. Mengecek ke pasar dan toserba maupun supermarket," imbuh Danu.

Hanya saja, kata Danu, ada bahan pokok yang mengalami kenaikan yaitu gula pasir yang mengalami kenaikan 1.000 rupiah setiap kilogramnya. Hal ini disebabkan pasokan dari pihak distribusi yang belum datang.

Selain memantau harga-harga kebutuhan pokok dan pasokannya, Tim Satgas Pangan pun melakukan pemantauan terhadap beberapa apotik. Hasilnya, untuk alat pengukur suhu tubuh masih tersedia normal sedangkan untuk masker di beberapa tempat memang sudah habis.


"Kosongnya masker ini bukan karena adanya pembelian yang berlebihan. Akan tetapi pasokan masker tersebut sejak Januari 2020 lalu sudah kosong karena kebanyakan apotik tidak mengadakan stok yang banyak. Untuk saat ini pihak distributornya belum melakukan pengiriman kembali," ujar Danu.

Danu berharap kepada masyarakat tidak perlu melakukan pembelian bahan pokok secara berlebihan. Karena ketersedian bahan pokok ini masih terkendali.

"Jangan percaya dengan informasi yang beredar di medsos sebelum dipastikan kebenarannya. Silahkan tanyakan kepada kami ataupun dinas-dinas yang terkait ketika ada informasi yang dianggap meragukan," pungkas Danu. (Elly Said)

No comments

Powered by Blogger.