HASILKAN KARYA LUAR BIASA, DIFABEL INI BUTUH BANTUAN PEMASARAN

Endi Sunandi, disabilitas pengrajin pelepah pisang kering

Seputarkuningan.com - 
Mengalami kelumpuhan sejak 6 tahun yang lalu akibat kecelakaan, tidak menyurutkan semangat hidup Endi Sunandi (40)  warga Dusun Banjaratma, RT 4 RW 1, Desa Dukuhbadag, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan.  Endi membiasakan hidup mandiri dengan hasil kerajinan tangan yang dibuatnya, seperti miniatur perahu, tempat tisu, gantungan kunci dan kaligrafi dari bahan pelepah pisang yang sudah kering.

" Saya mulai bikin kerajinan tangan ini sekitar lima tahun yang lalu. Kelumpuhan yang saya derita ini awalnya dari kecelakaan saat saya kerja di Kalimantan," ujar Endi kepada seputarkuningan.com di kediamannya, Selasa (10/3/2020).


Endi menuturkan, dirinya mampu membuat kerajinan tangan tersebut belajar ketika masih di Kalimantan. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, Endi membuat kerajinan tersebut yang kemudian dijualnya. Hidup dirumah semi permanen, Endi kini harus mengurus hajat hidupnya, lebih mandiri karena tidak ada siapapun orang tinggal bersamanya saat ini. Seperti mulai dari masak, mandi hingga buang air besar maupun kecil,  Ia lakukan sekemampuanya sendiri. 

“ Istri saya kebetulan sedang pulang kampung ke Kalimantan dalam waktu yang cukup lama karena ada kepentingan, makanya sekarang saya sendiri," imbuh Endi.

Akan tetapi, Endi mengeluhkan sulitnya untuk melakukan pemasaran hasil kerajinan tangannya tersebut. Selama ini Endi hanya mengandalkan pembeli yang datang ke rumahnya. Barang yang dijual Endi berkisar antara rp 25.000 hingga rp 200.000.


Dalam usaha sebagai pengrajin dari pelepah pohon pisang kering, Endi mengaku sempat mendapat bantuan dari pemerintah daerah. Namun hal itu, tidak sesuai dengan kebutuhan dalam melancarkan usaha marketinganya.

 “Dulu ada bantuan dari dinas Koperasi, tapi habis untuk biaya produksi dan memenuhui kebutuhan sehari-hari,” kata Endi.

Endi berharap, ada pihak lain yang dapat membantu pemasaran dagangannya karena hasil karyanya ini rentan rusak dan butuh kemasan khusus. Untuk bahan baku, selama ini Endi mendapatkannya dari warga sekitar secara gratis, akan tetapi untuk bahan-bahan lainnya Endi harus membelinya.

" Semoga ada yang tergerak hatinya membantu saya dalam memasarkan dagangan saya," pungkas Endi. (Elly Said)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.