HAJATAN DIBUBARKAN, PENGANTIN INI RELA BONGKAR TENDA USAI AKAD


Seputarkuningan.com - Sesuai maklumat Kapolri dan himbauan Pemerintah, polisi maupun aparat penegak hukum lainnya,  tidak akan mentolelir adanya pengumpulan massa dalam jumlah banyak untuk mencegah penularan Covid-19 di masyarakat.

Oleh karena itu, pembubaran acara hajatan pernikahan yang diselenggarakan warga Blok Pasawahan Desa Sampora, Kecamatan Cilimus, oleh pihak Kepolisian Sektor Cilimus harus jadi contoh bagi warga Kuningan lainnya yang hendak menggelar acara keramaian di tengah merebaknya pandemi Corona.

Pihak keluarga terutama kedua mempelai Ade dan Reza yang telah melakukan akad nikah pada Jum'at (27/3/2020) pagi mengaku tidak mempermasalahkan adanya pembubaran acara tersebut. Semua pihak keluarga menerima dengan legowo tindakan yang dilakukan oleh pihak Kepolisian Cilimus.

"Kami semua menerima pembubaran ini, karena sebelumnya memang sudah dikasih tahu Pak Bhabin di desa kami,  untuk hanya menyelenggarakan akad nikah saja. Terus,  memang yang hadir dalam akad pagi tadi pun hanya 8 orang, " kata mempelai wanita Reza Maharani (23 tahun),  saat dikonfirmasi di rumahnya,  Jum'at sore. 

Justru dengan hadirnya para anggota polisi dari Polsek Cilimus ini, kata Ade, menjadi kenangan tersendiri yang bisa jadi pengingat sejarah.

(Baca : https://www.seputarkuningan.com/2020/03/waspadai-penyebaran-virus-corona-polisi.html )

Sementara itu,  orangtua mempelai wanita, Soleh (60)  mengaku tidak kaget saat acara walimah yang diselenggarakannya didatangi aparat Polsek Cilimus. Bahkan saat acara disuruh bubar pun, Ia telah siap dan tidak menolak. 

"Tidak apa-apa kok,   memang sebelumnya juga kami hanya akan mengadakan akad nikah saja. Pas disuruh bubar,  kami langsung bongkar tenda dan pelaminannya, " ujar Soleh.

Sebelumnya juga,  imbuh Soleh,  setelah dapat surat izin keramaian dari kepolisian, Ia dihimbau tidak mengadakan acara hiburan untuk menghindari banyaknya tamu undangan.

"Hanya undangan sudah disebar, jadi takutnya ada tamu yang akan hadir,  ya kami mengadakan tenda dan pelaminan untuk menghormati tamu," ujar Soleh. 

Terpantau hingga Jum'at sore,  para tamu undangan yang datang mengucapkan selamat kepada kedua mempelai berdatangan satu persatu, namun tidak berkerumun atau rombongan. Di pintu masuk disediakan sabun hand sanitizer bagi para tamu agar mencuci tangan terlebih dahulu sebelum masuk. (Elly Said)


No comments

Powered by Blogger.