DITERPA ISU MIRING, DPD NASDEM KUNINGAN BERI KLARIFIKASI



Seputarkuningan.com - DPD Partai Nasdem Kabupaten Kuningan belakangan ini sempat diterpa berita kurang sedap di salah satu media cetak lokal. Pasca terkuaknya pinjaman 1 M rupiah oleh Sekretariat DPRD Kuningan kepada anggota legislatif dari Partai Nasdem, berita miring terus berkembang.

Bertempat di salah satu food station yang berlokasi di jalan Cut Nyak Dien, tepatnya di depan Kampus Universitas Kuningan, DPD Partai Nasdem Kabupaten Kuningan melakukan klarifikasi terkait berita-berita yang kurang sedap berkaitan dengan Partai Nasdem di Kuningan. Selama ini, Ketua DPD Partai Nasdem Kuningan  Elit Nurlitasari terkesan diam, di depan awak media akhirnya buka suara untuk menanggapi berita-berita yang beredar akhir-akhir ini, baik yang berkenaan dengan Partai Nasdem ataupun yang terkait dengan kadernya.

"Ada hal yang harus kami luruskan, saya selaku Ketua DPD Partai Nasdem Kuningan harus melakukan klarifikasi atas beberapa pemberitaan terkait Nasdem," kata Elit mengawali sambutannya.

Menurut Elit, selama ini pihaknya memilih diam karena baginya ada tiga hal yang bisa diartikan dari diamnya seseorang, satu diam itu emas, yang kedua diam itu siap ditekan, dan yang ketiga diam itu melihat mendengar dan mengambil sikap.

"Inilah saatnya saya mengambil sikap, karena saya melihat dulu sampai dimana berita-berita ini," ujar Elit.

Hal petama yang diklarifikasi Elit Nurlitasari adalah kebenaran berita yang berisi satu-satunya anggota DPRD Kabupaten Kuningan, H Chartam Sulaiman peminjaman uang sebesar Rp 1 Miliar tersebut dilakukan Sekretariat DPRD Kuningan karena alasan habisnya anggaran di akhir tahun 2019 lalu.

"Terkait uang 1 M, saya bersama Pak Dewan (H. Chartam Sulaiman) sudah dipanggil ke DPW untuk memberikan penjelasan, disini saya nyatakan bahwa memang betul itu terjadi, ada peminjaman tersebut, yang bisa saya sampaikan sebatas apa yang saya dengar disana (DPW), seharusnya beliau bisa menjelaskan langsung disini tapi sayang tidak bisa hadir saat ini," papar Elit.

Selanjutnya, terkait berita yang mempersoalkan tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bekas Kantor DPD Partai Nasdem Kuningan di jalan RE Martadinata Kuningan, Elit menyampaikan dirinya tidak mengetahui awal mula perjanjian Pemilik Rumah yang disewakan dengan Ketua DPD Partai Nasdem Kuningan sebelum dirinya (Almarhum Eka Sugiarto).

"Lazimnya pembayaran PBB dilakukanoleh pemilik rumah, sedangkan yang wajib dibayar  oleh yang mengontrak adalah hak habis pakai si pengontrak, seperti listrik, air, telp, PBB bisa dibayar oleh Pengontrak dengan catatan ada perjanjian di awal, dan terkait hal tersebut saya tidak tahu-menahu," imbuh Elit.

Hal lainnya yang diklarifikasi adalah terkait mosi tidak percaya 23 DPC Parta Nasdem Kuningan dan mundurnya beberapa Ketua DPC, Elit menjelaskan sampai saat ini DPD Partai Nasdem Kuningan belum menerima Surat Pengunduran diri dari kader-kader Partai Nasdem terkait hal tersebut.

"Dalam hukum seseorang yang mengundurkan diri bukan pakai urat tapi pakai surat, tidak ada surat yang datang ke kami terkait pengunduran diri, apalagi dikatakan Kantor DPD antah berantah, masa Kantor dekat Kampus ternama di Kuningan dibilang antah berantah,kalau antah berantah khan kesannya kayak di hutan," tegas Elit. 

Elit menambahkan, dirinya akan melakukan kordinasi dengan pihak kepolisian dengan adanya pemberitaan-pemberitaan yang dianggap menyudutkan pihaknya. 

" Saya akan melakukan kordinasi dengan pihak kepolisian terkait hal ini, apakah nantinya dibawa ke ranah hukum atau tidak akan dilihat hasil kordinasi dengan pihak kepolisian," pungkas Elit. (Elly Said)

No comments

Powered by Blogger.