TUAI POLEMIK, PEDAGANG PASAR KEPUH TOLAK E-PARKIR


Seputarkuningan.com - Puluhan pedagang Pasar Kepuh Kabupaten Kuningan mendatangi gedung DPRD Kuningan, Selasa (7/1/2020). Mereka  merasa keberatan dengan penerapan parkir elektronik (e-parkir) di kawasan Pasar Kepuh. Tiba di gedung dewan, para pedagang curhat terkait keberadaan portal e-parkir yang dinilai merugikan warga pasar.

Salah seorang pedagang pasar, M Suganda mengungkapkan sejak diterapkannya e-parkir, pendapatan pedagang menjadi berkurang. Sebab pembeli enggan masuk ke dalam pasar karena harus dibebankan biaya parkir yang dihitung per jam.

Suganda menambahkan,  ada dua poin yang disampaikan kepada para wakil rakyat tersebut, diantaranya yakni keberadaan portal e-parkir dan soal akses jalan ke Pasar Kepuh.

“Ada dua hal yang kita keluhkan yaitu e-parkir dan akses jalan menuju pasar. Selama ini akses menuju Pasar Kepuh itu seolah-olah dimatikan, misal dari arah Pos Citamba itu dulu bisa tapi sekarang sudah tidak bisa, khususnya kendaraan dari arah barat” ujarnya.

Kini, lanjutnya, akses menuju Pasar Kepuh itu harus memutar jauh hingga kearah jalan Sudirman. Sebab jalur Siliwangi di kawasan pertokoan Citamba itu sudah diterapkan jalan satu arah.

“Kami meminta agar parkir elektronik ini bisa dibatalkan, kami merasa keberatan. Kami juga meminta agar dibuatkan lampu merah di perempatan Pos Citamba, agar ada akses masuk ke arah Pasar Kepuh khususnya yang dari arah barat,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kuningan, Dr Deni Hamdani menyampaikan, soal pengelolaan e-parkir di Pasar Kepuh sudah dikelola oleh pihak ketiga. Ada kesepakatan dengan pihak ketiga, agar penataan dan pengelolaan parkir bisa lebih baik lagi.

“Kami juga minta pihak ketiga agar pengurus parkir disana itu direkrut, tidak ditelantarkan. Alhamdulillah pihak ketiga siap untuk mengakomodir itu,” terangnya.

Dia menyebut, pengelolaan parkir itu sudah disesuaikan dengan prosedur dan standar operasional yang berlaku. Dishub Kuningan juga siap menjawab keluhan dari warga pasar, khususnya para pedagang Pasar Kepuh.

“Misalnya bagi pedagang yang bolak balik ke kawasan pasar, tapi selalu dipungut parkir, itu bisa nanti diselesaikan lah. Warga disitu gratis, anak sekolah lewat juga gratis, ada pengecualian, kita buat yang terbaik lah bagi kepentingan bersama,” pungkasnya. (Elly Said)


No comments

Powered by Blogger.