PASKA DIDEMO, INI KATA PENGELOLA E-PARKIR PASAR KEPUH

Pengelola e-parkir di Pasar Kepuh Helmi Sofyan dan Nana Rambo

Seputarkuningan.com - Buntut aksi penolakan para pedagang terhadap keberadaan parkir elektronik (E-Parkir) di Pasar Kepuh, membuat pengelola menghentikan sementara operasional E-Parkir. Kini para pengendara yang memasuki kawasan Pasar Kepuh tidak langsung ditarik retribusi parkir. Pantauan seputarkuningan.com di lokasi, tampak portal masuk e-parkir tidak difungsikan.

Menurut keterangan Tim M2parking PT midina Dwitama Abadi, Helmi Sofyan, mengatakan sistem e-parkir dihentikan untuk sementara.

“ Kami sementara ini tidak mengoperasional mesin E-Parkir. Mungkin nanti akan dioperasionalkan lagi, sebab kemarin kita hanya baru uji coba sekali,” kata Helmi kepada awak media saat melakukan jumpa pers di Kantor M2Parking Pasar Kepuh Kuningan, Jum'at (10/1/2020).

Menurut Helmi, pihaknya  melakukan penarikan retribusi parkir ini hanya dilakukan sekali saat pengendara memasuki kawasan pasar. Sehingga berapapun lamanya pengendara itu ada di dalam pasar, maka tidak dikenakan kelipatan biaya setiap jam.

“Kita tarif masuk kedalam pasar ini bagi kendaraan motor Rp2 ribu dan mobil Rp3 ribu. Jadi biaya hanya itu saja, tarifnya tidak progresif tapi tarifnya flat mau berapa lama berada di pasar hanya satu kali saja membayar parkirnya,” kata Helmi.

Sebelum ada aksi penolakan E-Parkir, pihaknya mengaku, telah memperbaiki jalan berlubang di kawasan pasar. Hal ini menjadi salah satu komitmen, bahwa fasilitas kenyamanan parkir yang disediakan tetap diperhatikan.

“Kita sebelum ada aksi penolakan telah memperbaiki jalan-jalan yang berlubang di area ini. Ini bentuk pelayanan kami dalam memberikan kenyamanan kepada para pengendara,” ujar Helmi.

Tak hanya itu, Helmi menyebut, bagi warga setempat yang hendak melewati akses E-Parkir tidak akan dikenakan biaya jika kurang dari lima menit saat memasuki kawasan Pasar. Kecuali jika lebih dari lima menit saat mengambil karcis E-Parkir, maka akan dikenakan biaya sesuai kendaraan yang dipakai.

“Saya sudah coba hitung berdasarkan kajian, paling rata-rata jika ada warga yang hanya mengantarkan saja paling sekitar tiga menit ya. Jadi saat menghampiri kasir E-Parkir, karcisnya diserahkan, nanti dihitung berapa menit, namun jika sudah lewat lima menit satu detik, itu sudah masuk biaya parkir Bahkan bagi pengendara yang lewat pun jika kurang dari lima menit tidak akan ditarik bayaran. Perhitungannya pengandara,” papar Helmi.

Pihaknya meyakinkan, jika penerapan E-Parkir ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah pendapatan daerah dari sektor parkir. Bahkan para pedagang pasar tidak dipungut biaya parkir alias gratis, hanya saja harus menebus kartu khusus E-Parkir yang disediakan pengelola sebesar rp 15 ribu. (Elly Said)


No comments

Powered by Blogger.