JANGAN ADA "PUTRA MAHKOTA" SAAT OPEN BIDDING

Ketua F-TEKAD Kuningan Sujarwo
Seputarkuningan.com - Belum lama ini Pemerintah Kabupaten Kuningan telah melaksanakan rotasi dan mutasi. Akan tetapi masih ada 10 jabatan yang masih kosong dan rencananya akan dilakukan lelang jabatan atau istilah open bidding.

Saat ini mencuat isu adanya "putra mahkota" atau "orang titipan" yang akan muncul, diduga akan ditempatkan pada posisi tertentu yang saat ini masih dijabat Plt. Dengan adanya isu "putra mahkota" ini dikhawatirkan akan menyurutkan birokrat untuk mengikuti open bidding (lelang jabatan) yang akan segera digelar Pemkab Kuningan.

"  Mereka tentu akan merasa percuma mengikuti lelang jabatan, ketika posisi yang akan dilelang ternyata sudah ada orang titipan yang sudah diplot untuk orang-orang  tertentu," kata Ketua F-TEKAD Kabupaten Kuningan Sujarwo kepada seputarkuningan.com, saat di temui di kediamannya, Minggu (19/1/2020).

Mang Ewo sapaan akrabnya mengatakan, jika jumlah pendaftar peserta lelang jabatan untuk satu posisi kurang dari 4 orang, tentunya proses lelang jabatan tidak dapat dilanjutkan karena pendaftar tidak memenuhi syarat minimal jumlah pendaftar. Nantinya  dikhawatirkan ketika jumlah pendaftar tidak memenuhi kuota hingga waktu perpanjangan pendaftaran terakhir, akan memberikan keleluasaan kepada pemangku kebijakan yaitu bupati   untuk menunjuk langsung (juksung) orang-orang yang dianggap manut dan taat kepada bupati.

" Padahal, Bupati sebagai pengguna dari hasil lelang jabatan itu, harus mempertimbangkan dan tidak membatasi hak setiap birokrat dengan munculnya upaya 'pencegahan' kepada para birokrat yang usianya dianggap relatif muda walau hasil lelang jabatannya mengungguli mereka yang usianya lebih senior," imbuh Mang Ewo.

 Karena, lanjut Mang Ewo, kecerdasan berpikir dan kematangan dalam mengambil kebijakan seorang birokrat tidak mutlak ditentukan oleh faktor usia. Artinya jika ada seorang Sekmat atau Kabid yang berusia relatif muda tapi hasil seleksinya lolos, jangan 'haramkan' birokrat tersebut untuk menduduki posisi eselon 2 b. 

" Yang patut jadi perhatian juga, lelang jabatan ini jangan hanya formalitas saja. Harus disesuaikan dengan sistem yang sudah diatur," pungkas Mang Ewo. (Elly Said)

No comments

Powered by Blogger.