IWAN : JANGAN KRIMINALISASI PEJUANG LINGKUNGAN, KAMI BUKAN KRIMINAL


Seputarkuningan.com - Polres Kuningan kembali memanggil warga Desa Luragung Landeuh terkait pelaporan yang diajukan pengusaha galian C yang melaporkan tindakan warga tersebut sebagai bentuk perbuatan menghalangi aktivitas perusahaan tambang yang memiliki izin Usaha Pertambangan (IUP) menurut pasal 162 UU No. 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba).

( Baca : https://www.seputarkuningan.com/2019/10/aksi-penyegelan-galian-pasir-berujung.html )

" Ini merupakan pemanggilan yang kedua kalinya. Hari ini ada tiga orang yang dipanggil. Saya, Sawin dan Aji Muarif," kata Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan  (AMPEL) Iwan Kurniawan kepada seputarkuningan.com, Selasa (15/1/2020).

Iwan mengaku miris dengan adanya proses hukum terhadap dirinya dan teman-teman seperjuangannya, terutama bagi Sawin. Menurut Iwan, Sawin bin Daslan merupakan salah satu pejuang lingkungan yang dituduh merintangi atau mengganggu kegiatan usaha pertambangan galian C yang berada di Desa Luragunglandeuh.

" Kami berjuang demi tanah kelahiran kami, demi desa kami agar tidak rusak oleh dampak yang diakibatkan adanya galian. Mereka yang tidak tinggal di desa Luragung Landeuh tidak akan merasakan dampaknya, tapi kami yang akan merasakannya," tandas Iwan.

Iwan menambahkan,  laporan yang dilancarkan oleh pengusaha perusaha galian C merupakan respon dari aksi protes warga pada tanggal 25 september 2019 yang menolak pertambangan galian pasir yang merugikan warga Desa Luragung Landeuh. 

" Aksi protes warga luragung landeuh atas penguasaan lahan 35 hektar yang kemudian jadi area pertambangan galian pasir bukankah mendapat jaminan konstitusi dan tidak bisa diperkarakan ke ranah pidana. Apakah yang kami lakukan ini salah?" tanya Iwan.

Iwan menegaskan, sampai kapan pun AMPEL tetap menolak adanya galian pasir di Desa Luragung Landeuh. (Elly Said)

No comments

Powered by Blogger.