IJIN PABRIK GARMEN TUNGGU PEMOHON LENGKAPI PERSYARATAN

Lokasi Pembangunan Pabrik Garmen

Seputarkuningan.com - PT B & K kini bisa bernafas lega, setelah sempat terganjal masalah perijinan dan berujung di meja hijau, akhirnya rencana pembangunan pabrik garmen miliknya yang akan dibangun di Desa Manggari Kecamatan Lebakwangi Kabupaten Kuningan dapat dilanjutkan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kuningan Agus Sadeli memaparkan, bahwa sesuai perintah dari Pengadilan Negeri Kuningan beberapa waktu lalu yang menyatakan pihak DPMPTSP meninjau ulang proses perijinan pabrik garmen tersebut, maka pihaknya melakukan proses kembali terhadap ijin yang diajukan.

" Proses ijinnya sudah jauh, hingga saat ini  sesuai permohonan pabrik garmen milik PT B&K sudah mengantongi ijin lokasi termasuk terbitnya pertimbangan teknis (pertek) dari ATR," ujar Agus kepada seputarkuningan.com usai melakukan kunjungan kerja di Desa Manggari Kecamatan Lebakwangi, Selasa (21/2/2020).

Selain itu, lanjut Agus,  sudah ada juga penetapan/pemanfaatan ruang dari DPUPR. Sekarang yang sedang proses, yaitu  ijin lingkungan, kajiannya harus ada UKL dan UPL, dari Dinas Lingkungan Hidup. Kalau rekomendasi UKL dan UPL dari Dinas LH sudah terbit, maka pihaknya baru bisa mengeluarkan ijin lingkungan tersebut.

"Cepat tidaknya ijin dikeluarkan, tergantung  pemohon melengkapi segala persyaratan. Pada prinsipnya kita siap melayani," imbuh Agus.

Sementara itu, Kepala Desa Manggari Marini cukup senang mendengar rencana pembangunan pabrik garmen akan dilanjutkan. Sebab, dengan adanya pabrik itu diharapkan dapat menyerap tenaga kerja dari Desa Manggari maupun beberapa desa terdekat lainnya.

“Kita sudah lima tahun menanti Pabrik Garmen ini, namun hingga kini belum ada kejelasan pembangunan pabrik tersebut. Padahal, dari desa sudah mengeluarkan rekomendai sesuai yang dibutuhkan oleh pemohon. Alhamdulillah, sekarang akan dilanjutkan kembali," ujar Marini.

Marini mengaku, warga desanya akan  cukup terbantu jika rencana pembangunan pabrik itu direalisasi. Sebab dapat menyerap tenaga kerja lebih dari 500 orang.

 “Kalau pabrik ini dibangun, maka dapat menyerap tenaga kerja lebih dari 500 orang khususnya warga kami. Ini untuk kepentingan warga desa, dan juga membantu pemerintah daerah dalam mengurangi angka pengangguran,” ujar Marini. (Elly Said)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.