DUA TAHUN LAPOR, DUGAAN KASUS KORUPSI KADES SAGARANTEN LANJUT ATAU MANDEK?

Sumber photo : Google
Seputarkuningan.com - Warga Desa Sagaranten masih bertanya-tanya tentang perkembangan proses kasus dugaan penyelewengan Alokasi Dana Desa (ADD) yang diduga dilakukan oleh Kepala Desa Sagaranten Kecamatan Ciwaru. Hampir dua tahun proses penanganan perkara ini akan tetapi hingga saat ini masih belum ada kepastian hukum.
" Hampir dua tahun perkara ini dalam penanganan pihak kepolisian, akan tetapi hingga saat ini masih belum beres juga," ungkap Arman salah seorang warga Desa Sagaranten kepada seputarkuningan.com, Kamis (30/1/2020).
Menurutnya, sebagai warga pihaknya ingin mengetahui sudah sejauh mana perkembangan hasil penyelidikan atas laporan warga tersebut. Padahal, lanjut Arman, pada Selasa lalu (6/1/2020) pihak Inspektorat bersama penyidik dari Unit Tipikor Polres Kuningan dan ahli bangunan dari Cipta Karya telah melakukan cek fisik ke Desa Sagaranten.
" Bahkan pada tanggal 15 Januari 2020, pihak desa pun telah menandatangani hasil Pemeriksaan Keuangan Negara (PKN). Informasi ini saya dapatkan dari pihak inspektorat," tambah Arman.
Arman menambahkan, wajar jika warga menanyakan perkembangan kasus ini dan berharap kasus dugaan korupsi ini bisa segera tuntas dan ada titik terang.
Sementara, Kapolres Kuningan AKBP Iman Setiawan melalui Kasat Reskrim Polres Kuningan AKP Danu Raditya Atmaja menjelaskan, bahwa pihaknya masih belum menerima hasil audit yang dilakukan pihak Inspektorat. Yang diterima oleh pihaknya hanya hasil audit investigasi.
" Penandatangan yang dilakukan di Desa Sagaranten itu, bukan penandatanganan hasil PKN akan tetapi penandatanganan berita acara hasil cek fisik ahli bangunan ke lokasi," papar Kasat.
Kasat menegaskan, jika memang sudah ada hasil yang dikeluarkan pihak Inspektorat dan terdapat kerugian negara maka pihaknya akan melakukan tahapan berikutnya.
" Kami berharap kepada warga agar dapat sabar menunggu prosesnya. Jika ada yang mau ditanyakan silahkan dapat menghubungi langsung pihak penyidik ataupun datang ke kantor," ujar Kasat.

Seperti diketahui sebelumnya, warga  telah melaporkan Kepala Desa Sagaranten atas dugaan korupsi anggaran ADD/DD  kepada unit Tipikor Polres Kuningan pada Januari 2018, pelaporan tersebut bedasarkan fakta kegiatan pekerjaan pisik anggaran tahun 2016/2017 yang diduga fiktif, mark-up, pengurangan volume dan kwalitas bahkan raibnya bahan matrial, yang diantaranya, pembangunan pengecoran  jalan usaha tani tahun 2016 dengan anggaran Rp 195 juta, pembangunan pengecoran jalan usaha tani tahun 2017 Rp 131 juta, pembangunan TPT tahun 2016 Rp 188 juta diduga dilakukan mark up, embangunan TPT bantuan provinsi dari tahun 2017 Rp 150 juta, pengaspalan jalan desa tahun 2017 Rp 280 juta diduga  mark up harga dan pengurangan volume, pemberdayaan masyarakat tahun 2017 Rp 15 juta untuk pembelian mesin molen  diduga tidak ada realisasi dan  pendirian bumdes Rp 4 juta yang diduga fiktif. (Elly Said)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.