KREATIF! UBAH LIMBAH KAYU JADI KARYA SENI BERNILAI TINGGI


Seputarkuningan.com - Potongan-potongan kayu dari pohon Kamboja yang banyak terdapat di lokasi pemakaman kadang kala dibiarkan saja ataupun dijadikan kayu bakar. Namun ditangan Avit Riadi warga Jl Dalem Panji Rt 02/03 Desa Luragung Tonggoh Kecamatan Luragung Kabupaten Kuningan, mampu disulap menjadi karya seni yang bernilai tinggi. 

Limbah kayu yang tak digunakan t bisa digunakan sebagai bahan baku seni pahat yang bernilai tinggi. Limbah Kayu Kamboja dan  kayu Jati dipahat menjadi naga, elang, macan dan bentuk unik lainnnnya. Oleh Avit, potongan-potongan kayu tersebut disulap menjadi karya seni berupa patung naga, elang, harimau maupun karya seni lainnya. 

Berbagai jenis kayu limbah ini diambil untuk digambar lalu digergaji dan dipahat hingga menjadi sebuah patung yang diinginkan. Untuk membuatnya, butuh ketekunan, keuletan dan keterampilan tersendiri. Karena itu, untuk satu karya seni dibutuhkan waktu hingga mencapai berbulan-bulan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Kreasi seni yang dihasilkan Avit ini mampu menembus pasar hingga Krosia dan Bruneidarussalam.


"Saya suka dan hobi memahat hasil otodidak dengan media kayu kamboja, saya temukan di pemakaman sekitar," ujar Avit saat ditemui di kediamannya, Kamis (3/10/2019).

Avit mengaku menekuni seni pahat sejak 3 tahun terakhir, berawal dari keprihatinannya dengan limbah pohon kamboja yang tergeletak begitu saja di sekitar pemakaman umum.

"Limbah kamboja ini gak ada yang minat memanfaatkan karena ada mitos dan dikenal ada unsur mistik di pohon kamboja, saya mencoba merubah paradigma tersebut. Selama saya memahat terbukti tidak ada apa-apa," kata Avit.

Menurut pria 45 tahun ini, kayu kamboja terbukti memiliki keunggulan dibanding kayu lainnya. Avit menganalisa bahwa limbah kamboja yang ia temukan kebanyakan berumur tua dan tak ada yang tahu kapan pohon tersebut ditanam. Kayu jenis ini teruji anti rayap, terutama dari batang tengah hingga akar. 

Dengan terjualnya puluhan seni pahat di Apip berharap generasi muda di desanya ada yang berminat menggeluti dunia seni pahat. Dengan tagline Menepis mitos dan melestarikan pohon kamboja yang terisolir, Avit berharap akan banyak pemuda yang dapat mengembangkan bakatnya dalam seni pahat ini. (Elly Said)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.