PESAN MORAL "KERING" TEATER JALANAN UNIKU





Seputarkuningan.com – Dalam momen karnaval budaya Hari Jadi Kuningan setiap tahunnya, Universitas Kuningan selalu menampilkan persembahan teater jalanan yang memberikan pesan moral kepada masyarakat maupun pejabat yang melihatnya. Setiap tahunnya, Teater Jalanan Uniku selalu memberikan kesan dan penampilan yang berbeda.

Jika pada tahun sebelumnya, Uniku menampilkan Teater Jalanan bertema Manusia Tanah Air. Maka pada tahun ini dalam momentum Hari Jadi Kuningan ke 521 bertepatan pula dengan musim kemarau, Uniku mempertunjukan aksi teaterikal bertemakan kering.


Kering dalam teater jalanan itu yang membuat masyarakat antusias menyaksikan karnaval budaya disutradarai Arif Hidayat Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan.

Tema kering yang digarap Teater Jalanan Uniku merupakan gambaran situasi dan kondisi saat ini baik tentang alam maupun manusia, dengan kekeringan mengakibatkan banyak bencana dari mulai keringnya pikiran dan hati manusia sehingga menghilangnya sisi kemanusiaan. KeringKering bukan soal hujan dan debu, tapi kering soal kehidupan.

Ratusan para pegiat seni Teater Jalanan itu penuh dengan tanah, sehingga mereka pun menjadi incaran warga untuk berfoto bersama. Mereka berjalan dari Kampus Pascasarjana Uniku di Jalan Pramuka dipimpin langsung Ketua Yayasan Sang Adipati Kuningan Uri Syam dan Rektor Uniku Dikdik Harjadi.

Rektor Uniku Dikdik Harjadi menyebutkan, pihaknya mempersembahkan teater jalanan ini dengan melibatkan 400 orang mahasiswa dan pegiat seni Teater Pecut Dapur Sastra Uniku dan Teater Sado.

“Kami tidak memikirkan untuk mendapatkan juara, tapi kami hanya menampilkan kreatifitas para pegiat seni untuk menghibur masyarakat dalam karnaval Hari Jadi Kuningan,” ujar Dikdik Harjadi. (Agus Maulani)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.