MAHASISWA KUNINGAN DESAK POLRI USUT KASUS PENEMBAKAN RANDI

Ratusan mahasiswa lakukan unjuk rasa di depan Polres Kuningan



Seputarkuningan.com  – Ratusan mahasiswa Kuningan yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Kuningan bergerak melakukan aksi solidaritas atas tewasnya Randi (21 tahun) yang tertembak saat mengikuti unjuk rasa menolak RUU kontroversial di Kendari, Sulawesi Tenggara di Halaman Mapolres Kuningan, Jum'at (27/9/2019).

Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kabupaten Kuningan Muhammad Agung Tri Sutrisno mengatakan, pihaknya menuntut agar Polri bisa mengusut kasus penembakan mahasiswa saat unjuk rasa di Kendari, Sulawesi Tenggara dengan transparan. Jangan sampai ada dusta.

“Kami ingin oknum pelaku penembakan itu mendapatkan hukuman yang seberat-beratnya, kami tidak ingin ada unsur penguasa yang melindungi atau menghalang-halangi terkait dengan investigasi kasus tersebut. Kalau berasal dari masyarakat sipil itu tidak mungkin memiliki senjata api, maka dari itu kami menginginkan pengusutan secara terbuka kepada publik,” ujar Muhammad Agung Tri Sutrisno.

Aksi tabur bunga sendiri, lanjut Agung, dilakukan secara simbolis sebagai bentuk penghargaan rekan – rekan mahasiswa terhadap saudara Randi yang sama – sama berjuang kebenaran. Kalau disambut dengan baik sangat diapresiasi, tapi dengan catatan Polres Kuningan dapat menyampaikan tuntutan mahasiswa ke Kapolri.

“Kalau misalnya kasus penembakan Randi ini tidak terungkap dalam waktu cepat atau lambatnya investigasi mungkin kami akan melakukan kembali aksi dengan gelombang massa lebih banyak lagi. Harapan kami Kapolri dapat merevisi kembali aturan terkait pengendalian massa, seharusnya dalam pengendalian massa tidak diperbolehkan membawa alat yang membahayakan demonstran karena mahasiswa melakukan demo juga memiliki hak yang dijamin oleh undang-undang,” katanya

Pihaknya juga meminta polisi menempatkan posisi sebagai pelindung, pengayom dan pelayan bagi masyarakat. Aksi unjuk rasa ini bukan hanya dari organisasi IMM, tapi juga gabungan dengan BEM Uniku dan Unisa. Hanya saja secara kebetulan saudara Randi ini merupakan kader IMM Kendari, Sulawesi Tenggara.

Sementara itu, Presiden Mahasiswa Uniku yang juga kader Himpunan Mahasiswa Islam Feri mengatakan, perjuangan kemarin merupakan penyampaian aspirasi. Tetapi mengapa ada oknum yang telah menembak mati rekan Randi.

“Meskipun terjadi di Kendari, tetapi sakitnya terasa hingga Kuningan. Kami ingin menjadi mitra ketika menyampaikan aspirasi, saya berharap Polri segera membentuk tim pencari fakta untuk mengungkap siapa pelaku penembakan di Kendari terhadap mahasiswa karena itulah yang kami butuhkan,” ujar Feri. (Agus Maulani)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.