AKSI TUTUP MULUT WARNAI PELANTIKAN ANGGOTA DEWAN





Seputarkuningan.com – Puluhan mahasiswa Kuningan yang tergabung dalam organisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah melakukan aksi tutup mulut pada saat prosesi pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kuningan berlangsung Senin (9/9/2019).

Selain tutup mulut, mereka juga melakukan aksi longmarch dengan berjalan kaki mundur dari Terminal Type A Kertawangunan menuju gedung dewan. Tidak hanya IMM, organisasi mahasiswa lainnya yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) juga melakukan unjuk rasa dihari yang sama.

Adanya unjuk rasa dari dua organisasi mahasiswa, polisi pun melakukan pengalihan arus mulai dari Terminal Type A Kertawangunan hingga Pasar Ancaran. Unjuk rasa berjalan dengan tertib hingga selesainya proses pelantikan dewan, kedua organisasi itu langsung ditemui Ketua DPRD sementara Nuzul Rachdy.

Masing – masing organisasi baik IMM maupun KAMMI mengajukan tuntutan terhadap kinerja anggota DPRD yang baru saja dilantik. Bahkan, organisasi KAMMI Kuningan meminta kepada pimpinan dewan agar fakta integritas itu dipajang di lokasi yang strategis agar dapat diingat dan dibaca oleh anggota dewan.

Ketua umum PC IMM Kabupaten Kuningan Muhammad Agung Tri Sutrisno mengatakan, aksi ini untuk mengingatkan kepada anggota DPRD wajah baru untuk menebus dan menyelesaikan pekerja anggota dewan terdahulu.



“Kami menuntuT agar mereka dapat merealisasikan janji kampanyenya, jangan sampai mereka bermuka dua artinya manis ketika kampanye. Ketika sudah dilantik mereka melupakan janji kampanyenya, tentunya setiap anggota dewan memiliki visi misi. Besar harapan kami mereka bisa merealisasikan janji mereka ketika berkampanye pada masyarakat,” ujar Muhammad Agung Tri Sutrisno.

Muhammad Agung menyebutkan, masyarakat sudah menerima janji manisnya ketika kampanye. Jangan sampai apa yang sudah dijanjikan ketika kampanye mereka abaikan dan tidak direalisasikan, masyarakat hanya meminta agar mereka merealisasikan janji kampanyenya.

“Kami mengingatkan kepada anggota DPRD yang baru dan belum terkontaminasi oleh kultur politik lama, kami berharap mereka tidak masuk ke dalam sistem lama tetapi mereka harus menjadi pembaharu di dewan yang mengedepankan kepentingan rakyat,” kata Muhammad Agung. (Agus Maulani)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.