TERTUTUP AWAN, PENGEBOMAN AIR DILAKUKAN HANYA SEKALI




Seputarkuningan.com – Dampak tertutup awan di sekitar lokasi titik api blok Gua Walet ketinggian 2.950 meter diatas permukaan laut (mdpl) membuat pengeboman air dari atas menggunakan helikopter water bombing hanya dapat dilakukan satu kali, tak hanya diselimuti kabut. Angin kencang pun menjadi kendala pengeboman air tak dilanjutkan.

Hal ini disampaikan langsung pilot Captain Agus Rustamadji, hari ini penerbangan pertama memang untuk mencoba bombing atau pengeboman ke titik api. Dikarenakan cuaca tidak mendukung sehingga pengeboman hanya dapat dilakukan satu kali.

“Kami tidak sanggup karena kalau siang kondisinya semakin tertutup awan dan angin semakin kencang, secara siklus memang yang paling bagus itu pagi hari. Jadi hari ini cukup sekali, akan dilanjutkan penerbangan besok pagi pukul 08.00 WIB. Pokoknya akan kami upayakan semaksimal mungkin,” ujar Captain Agus Rustamadji pilot dari Bandar Udara Halim Perdana Kusumah, Jakarta, Jumat (9/8/2019).

Disampaikan Agus, pihaknya terbang dengan ketinggian 9300 fit. Kondisi diatas angin sudah sangat kencang dan lokasi api tertutup awan. Jadi sangat sulit untuk dilanjutkan pengeboman air, kalau pun dilanjutkan ini akan membahayakan karena aturan terbangnya tidak boleh melintasi awan.

“Kami akan kembali mengupayakan besok pagi, mudah-mudahan besok cuacanya mendukung sehingga memudahkan dan mempercepat proses pemadaman,” kata Agus Rustamadji.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun helikopter water bombing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana mendarat di Villa Rokhmat Ardian Dusun Palutungan, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan pukul 10.00 WIB. Terbang pertama dilakukan pukul 13.00 WIB dan melakukan pengambilan air di Waduk Darma.

Hingga Jumat siang titik api sudah menyebar menuju jalur pendakian Linggasana, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan. Sejak kemarin hingga sekarang banyak relawan dari pecinta alam terus berdatangan guna membantu tim yang sudah lebih dulu melakukan upaya pemadaman dengan membuat ilaran alur sekat bakar.

Meskipun sudah diupayakan dengan alur sekat bakar, dikarenakan angin kencang kobarana api pun dengan mudah meluas. Sehingga petugas di lokasi pun kewalahan menghadapi amukan si jago merah. (Agus Maulani)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.