RUTIN OPERASI, TEKAN ANGKA KECELAKAAN

Operasi rutin yang dilaksanakan Satlantas Polres Kuningan


Seputarkuningan.com – Untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Kuningan, jajaran Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kuningan rutin menggelar operasi atau razia. Hal itu terpantau Selasa (20/8/2019) pagi puluhan pengendara di Jalan Syekh Maulana Akbar terjaring razia Satlantas Polres Kuningan.

Operasi tersebut dipimpin langsung Kepala Unit Pengaturan Penjagaan Pengawalan dan Patroli Inspektur Dua Mei berlangsung selama satu jam. Alhasil banyak pengendara yang tidak membawa surat – surat seperti STNK maupun SIM serta habis masa berlaku surat tersebut.

Kanit Turjawali Polantas Polres Kuningan IPDA Mei mengatakan, operasi rutin ini dilakukan agar masyarakat semakin taat dalam budaya lalu lintas dan menekan angka kecelakaan. Dari pantauan secara kasat mata petugas yang melakukan patroli siang hingga malam hari masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam tertib lalu lintas.

“Kami memantau pada siang hingga malam hari kebanyakan pengendara tidak memakai helm, kalau pagi hari untuk penggunaan helm sudah bagus hanya saja mereka masih lupa tidak membawa SIM dan STNK. Pada saat operasi juga kami mengingatkan pengendara agar tidak lupa membawa surat-surat berkendara,” ujar IPDA Mei.

IPDA Mei menyebutkan, kalau untuk pengendara yang belum memiliki SIM itu didominasi oleh kalangan pelajar yang masih dibawah umur. Soal pelajar, harusnya pihak sekolah memberikan imbauan kepada pelajarnya bagi yang belum memiliki SIM agar tidak membawa kendaraan lebih dulu.

“Secara transportasi untuk wilayah perkotaan, semua sekolah sudah terlintasi angkutan umum. Kalau untuk operasi sendiri sudah menjadi tugas kami sebagai penegak hukum untuk mengingatkan pengendara agar tertib berlalu lintas,” kata Mei.

Mengenai pemakaian sabuk pengaman, lanjut Mei, pihaknya akan menindak seluruh pengemudi mobil yang tidak menggunakan sabuk keselamatan atau sheet belt. Masukan dari masyarakat soal pengemudi angkutan kota (angkot) yang tidak menggunakan sabuk pengaman itu sangat bagus, tetapi untuk melakukan penindakan terhadap pengemudi angkot perlu imbauan dari Dinas Perhubungan.

“Kami akan membicarakan kepada unit Dikyasa dan menyampaikan ke Dishub untuk melakukan sosialisasi penggunaan sabuk pengaman kepada pengemudi angkot. Nanti setelah diimbau, mereka mengabaikan imbauan itu secara tegas akan melakukan penindakan terhadap pengemudi angkot yang tidak menggunakan sabuk pengaman,” ujarnya. (Agus Maulani)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.