OPERASI PATUH LODAYA 2019, RATUSAN PENGENDARA TERJARING OPERASI





Seputarkuningan.com – Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kuningan mulai melakukan Operasi Patuh Lodaya 2019. Kegiatan penertiban ini terhadap pengguna kendaraan bermotor ini serentak dilakukan secara nasional, Kamis (29/8/2019).

Salah satu titik yang menjadi sasaran petugas dititik rawan pelanggaran lalu lintas melakukan kegiatan Operasi Patuh Lodaya 2019 di Jalan Raya Pagundan pada pagi hari dan siang harinya di Taman Kota Kuningan. Alhasil dari kedua titik lokasi kegiatan tersebut di hari pertama polisi sukses menilang 124 pengemudi kendaraan bermotor.

Kegiatan razia mulai dilakukan pukul 09.00 WIB hingga 20.00 WIB di lokasi berbeda, dari ratusan pengendara yang ditilang pada Operasi Patuh Lodaya 2019 rata – rata tidak melengkapi dokumen seperti Surat Izin Mengemudi (SIM), knalpot bising, rotator pada kendaraan pribadi, tidak menggunakan sabuk pengaman dan lainnya.

Kepala Bagian Operasi Satuan Lalu Lintas Polres Kuningan Inspektur Satu Sutarja Fahrudin mengatakan, banyak pelanggaran yang ditemukan saat operasi hari pertama yakni kendaraan yang tidak standar, penggunaan helm dan ada juga yang melawan arus. Itu penekanan – penekanan, ada juga pengendara yang masih dibawah umur.

“Hal itu yang kami tindak seperti pada operasi rutin kepolisian, kalau dokumen itu memang harus selalu dibawa karena pada Operasi Patuh ada sembilan target yang kami tindak seperti tidak menggunakan sabuk pengaman, mengendarai kendaraan dalam keadaan mabuk, over kapasitas muatan, helm yang tidak standar, dan kecepatan. Tetapi mungkin kalau kecepatan tidak terlalu dipaksakan karena tidak ada rambu kecepatan seperti di jalan tol,” ujar Sutarja.

Sutarja menyebutkan, penggunaan helm menjadi penekanan petugas karena bagian daripada target operasi. Selain itu pula, penggunaan rotator berikut lampu Strobo pada kendaraan pribadi itu ditertibkan dan menggunakan handphone saat mengemudi juga masuk dalam penekanan petugas saat melakukan operasi.

“Kami menyarankan kepada seluruh masyarakat agar semakin patuh saat mengemudikan kendaraan bermotor, bagi orangtua agar tidak mengijinkan lebih dulu anaknya yang belum memiliki SIM untuk mengemudi,” kata Sutarja. (Agus Maulani)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.