JODI, POTRET ANAK YANG TINGGAL DI KABUPATEN LAYAK ANAK

Keadaan kediaman Jodi (7)
Seputarkuningan.com - Keseharian Jodi (7) sungguh memprihatinkan, Setelah ditinggal ayahnya meninggal, Jodi bersama dua saudara lainnya tinggal bersama Kakek Rakum (62) dan Neneknya Sati (60)  di sebuah rumah yang tidak layak huni di Dusun Pahing Rt 01 Rw 01 Desa Margabhakti Kecamatan Kadugede Kabupaten Kuningan. 

Jodi kini sekolah kelas 1 di SDN Margabhakti sementara kedua saudaranya tidak melanjutkan sekolah. walau jarak dari rumah Jodi menuju sekolahnya dekat, jalan yang harus dilalui cukup membutuhkan tenaga. Jodi bersama kakek dan neneknya tinggal di atas bukit yang cukup jauh dari lingkungan warga sekitarnya.

Kondisi rumah yang ditinggali Jodi terbilang memprihatinkan, bangunan yang berukuran 3x6 m itu tidak memiliki kakus. Untuk keperluan mandi, Jodi menggunakan kakus yang ada di sekolahnya. Dinding yang terbuat dari grc tampak mulai lapuk dan terlihat bolong-bolong. 

Lantainya pun masih beralaskan tanah, tampak di dapur pun hanya terlihat peralatan dapur yang sederhana. Ruangan lainnya hanya ada satu lemari plastik dan satu ruangan yang tersisa hanya terlihat onggokan baju yang kotor. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, kakek Jodi bekerja serabutan itu pun jika ada yang menyuruh Kakek Jodi. 

Sementara itu Kepala Dusun Pahing Desa Margabhakti Elis Lisiani membenarkan bahwa Jodi adalah warga yang tinggal di Dusun Pahing. Menurut Elis, selama ini pemerintah Desa Margabhakti sudah membantu keluarga Jodi.

" Kehidupannya memang seperti yang viral saat ini,  tidak ada yang ditutupi. Akan tetapi kami dari pemerintah desa sudah banyak membantu keluarga tersebut. PKH pun mereka dapat begitu juga untuk bantuan lainnya. Hanya saja, untuk rutilahu menurut informasi sih masih dalam rencana tapi udah dianggarkan tahun ini," kata Elis kepada Seputarkuningan.com saat ditemui di kediamannya, Minggu (28/7/2019).

Menurut Elis, Jodi masih memiliki ibu hanya saja ibunya telah menikah kembali dan tinggal bersama suaminya. kehidupan ibu Jodi pun, kata Elis, tidak jauh berbeda dengan kehidupan kakek dan neneknya Jodi.

Dengan viralnya kehidupan Jodi, Elis berharap dapat memberikan dampak yang baik bagi kehidupan keluarga Jodi ke depannya.

Sementara itu, salah seorang guru SDN Margabhakti Idi Suwardi mengisahkan Jodi baru satu minggu ini masuk sekolah di SDN Margabhakti. Itu pun pada awalnya Jodi sering terlihat main di sekolah tanpa alas kaki. Setelah dibujuk, akhirnya Jodi mau masuk sekolah. (Elly Said)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.