SPANDUK TOLAK GALIAN PASIR DI LURAGUNGLANDEUH HABIS DIBABAD ORANG


Seputarkuningan.com - Penolakan warga Desa Luragung Landeuh Kecamatan Luragung dengan adanya aktivitas galian pasir yang diawali dengan pembukaan akses jalan ternyata masih berbuntut panjang. Setelah pertemuan beberapa waktu yang lalu, warga menolak akses jalan galian melalui tanah bengkok kini spanduk penolakan terhadap galian pasir habis dibabad orang yang tidak dikenal.

( Baca : https://www.seputarkuningan.com/2019/05/akses-jalan-galian-lewati-tanah-bengkok.html )

Spanduk-spanduk yang terpasang di beberapa titik strategis lenyap tak berbekas, kejadian tersebut sempat terekam oleh CCTV salah satu warga yang rumahnya tepat berada di sebrang jalan akses jalan menuju galian. Dalam CCTV tersebut tampak dua orang tak dikena; mengendarai sepeda motor berboncengan dan mencopot spanduk yang terpasang di sana. Kejadian tersebut terekam pada malam hari di saat tidak ada orang melinta di jalan tersebut.


Menurut salah satu warga Desa Luragung Landeuh yang turut menolak adanya galian pasir Ade Setiana menagatakan, semua spanduk penolakan galian pasir tersebut raib dicopot orang tak dikenal.

" Semua spanduk penolakan galian pasir hilang. Kalau dilihat dari CCTV sih kejadiannya semalam (Senin Malam-Red). Tidak terlihat jelas siapa yang mengambilnya, hanya saja mereka terlihat berboncengan menggunakan sepeda motor," kata Ade kepada Seputarkuningan.com, Selasa (18/6/2019).

Ade menegaskan, dicopotnya spanduk penolakan galian tersebut tidak akan menyurutkan perjuangannya bersama warga lainnya dalam menolak keberadaan galian pasir di desanya.

" Bukan uang yang kami perjuangkan, tapi kerusakan lingkungan yang akan ditimbulkan dengan adanya penambangan pasir tersebut,' tegas Ade.

Ade menambahkan, warga yang menolak adanya galian pasir akan kembali memasang spanduk dengan jumlah yang lebih banyak. (Elly Said)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.