DIREKTUR PDAU MENGUNDURKAN DIRI? INI KATA IMAM ROJALI


Seputarkuningan.com - Rumor pengunduran diri Direktur PDAU Kabupaten Kuningan beredar luas, bahkan di salah satu media online Kuningan berita tersebut telah dipublikasi. Hal ini tentu saja menjadi pertanyaan bagi masyarakat Kuningan. Ditemui di ruang kerjanya Direktur PDAU Kabupaten Kuningan Imam Rojali membenarkan tentang pengunduran dirinya, hanya saja hingga saat ini belum mendapat persetujuan dari Bupati Kuningan Acep Purnama.

Menurut Imam, pengunduran dirinya tersebut dilayangkan kepada Bupati melalui Kabag Ekonomi Toto Toharudin tertanggal 1 Juni 2019. Sebelum surat pengunduran dirinya dilayangkan, Imam sudah melakukan pertemuan dengan Bupati dan membicarakan perihal pengunduran dirinya tersebut.

Imam menjelaskan, hal yang mendasari pengunduran dirinya adalah adanya wacana pengambil alihan pengelolaan Waduk Darma oleh Pemda Kuningan yang akan dikelola oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata. Hal tersebut tentu saja membuat Imam kecewa, karena hampir 70 % pendapatan PDAU diperoleh dari Waduk Darma.  

" Saya sudah menghadap langsung Bapak Bupati dan membicarakan perihal tersebut. Hanya saja, ketika pengelolaan Waduk Darma diambil oleh Pemda, saya berpikir tidak perlu lagi adanya direktur di PDAU cukuplah dipegang sama seorang Kabag juga. Tapi, 30 orang pegawai PDAU turut dibawa juga atau pensiun dini," papar Imam kepada Seputarkuningan.com, di ruang kerjanya Kamis (13/6/2019).

Tadinya, lanjut Imam, pengunduran dirinya akan dilakukan dua bulan setelah Lebaran. hanya saja karena ada permintaan melalui Kabag Ekonomi yang meminta dirinya segera mempercepat pengunduran dirinya, maka tertanggal 1 Juni 2019 surat pengunduran diri dilayangkan.

" Sebelum saya mengundurkan diri, saya meminta waktu kepada Bapak Bupati agar dapat melakukan presentasi dan juga laporan pertanggungjawaban selama menjabat di PDAU. Disetujui lah hal itu, beberapa hari menjelang Lebaran, saya memberikan presentasi di hadapan Bupati, Wabup, Kabag dan juga ASDA. Hasil pemaparan saya, PDAU Kuningan saat ini memiliki anggaran hingga 1,5 M. Jika sebelumnya, PDAU tidak memilik aset bangunan, saat ini PDAU telah memiliki aset bangunan dan telah disertifikatkan atas nama PDAU. Setelah melakukan pemaparan, Bupati meminta saya untuk menunda pengunduran diri dan akan dibahas kembali usai lebaran," ujar Imam.

Imam menambahkan, selama menjabat hampir dua tahun, PDAU tidak pernah menerima suntikan dana dari Pemda Kuningan, padahal sebelumnya Pemerintah Daerah Kuningan menjanjikan akan memberikan bantuan dana tapi hingga saat ini belum terealisasi. Maka dari itu, untuk menambah pendapatan PDAU dirinya telah melakukan kerja sama dengan beberapa perusahaan nasional salah satunya adalah PT Angkasa Pura, BIJB Kertajati dan Semen Merah Putih yang keuntungannya merupakan pemasukan bagi PDAU Kabupaten Kuningan.

" Jika hingga saat ini saya masih masuk kerja, itu karena pengunduran diri saya memang belum mendapat persetujuan dari Bupati Kuningan. Permasalahan ini akan dilakukan pembahasan kembali dan Bupati akan membentuk Tim Penyelamatan PDAU. Makanya saya masih masuk kantor," kata Imam. (Elly Said)



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.