WARGANYA TERSANGKUT HUKUM, INI KATA KADES LINGGASANA

Kepala Desa Linggasana Heni Rosdiana

Seputarkuningan.com - Munculnya kabar terkait warganya yang terjerat kasus hukum pencabulan, Kepala Desa Linggasana Hj Heni Rosdiana SH mengaku kaget. Atas kasus itu, Heni akan mendampingi warga yang terjerat kasus tersebut dalam proses hukum yang kini masih berjalan.

( Baca : https://www.seputarkuningan.com/2019/03/kenalan-di-medsos-berakhir-di-penjara.html )

“Hanya meluruskan saja, menjernihkan suasana, saya pun kaget mendengar berita itu. Tapi saya mendengar informasi bahwa korban ini sudah bersuami. Saya lihat juga akta nikahnya, intinya memang korban saat ini sedang menjalani pernikahan,” kata Heni saat memberikan keterangan persnya, Senin (1/4/2019).

Dirinya mengaku, bahwa kabar berita yang beredar tentang pelaku pencabulan terhadap korban dibawah umur, sebetulnya sudah bersuami. Sehingga dalam perjalanan proses hukum, ada titik temu dari semua pihak agar dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

“Masyarakat kita kan kaget, ada warga saya yang mensetubuhi perawan dibawah umur. Masyarakat juga resah dengan pemberitaan itu, desa kami menjadi tercemar akibat berita yang beredar,” katanya.

Dirinya mengaku, ingin meluruskan terkait pemberitaan yang beredar dengan fakta-fakta yang ada. Bahwa korban itu sebetulnya sudah bersuami, dan tinggal dengan suaminya di Desa Sembawa.

“Saya juga sebagai kepala desa bersilaturahmi dengan perangkat Desa Sembawa. Kebetulan saya juga minta ijin kepada Kepala Desa Sembawa untuk bertemu dengan orang tua korban, namun kebetulan menantunya (suami korban, red) menelpon orang tua korban dan datang kerumahnya di Desa Sembawa,” terangnya.

Dalam pertemuan itu, pihaknya berupaya, untuk mencari jalan tengah atas kasus tersebut. Sebab bagaimanapun, pelaku yang dilaporkan masih warganya sendiri.

“Jadi pelaku ini tahunya korban itu masih gadis, namun ternyata korban sudah bersuami. Saya tidak ingin memojokan siapapun, saya sebagai kepala desa, sebagai seorang ibu hanya menghimbau saja kepada para orang tua maupun pelaku dan korban, ya orang tua itu harus waspada, hati-hati, peduli kepada anak-anaknya. Berikan perhatian dan kasih sayang kepada anaknya, lalu juga kepada suami yang sudah beristri atau istri yang sudah bersuami untuk menjaga pasangannya,” ungkapnya.

Sehingga kata Heni, jangan sampai kejadian yang menimpa warganya itu terulang kembali kepada orang lain.

“Ya ini sebagai hikmah, mohon kepada kedua belah pihak baik kepada kepolisian, saya berusaha mewakili ketiga pelaku ini. Semoga kedepan anak-anak kita, menantu kita bisa menjaga martabat orang tua, martabat masyarakat, menjaga suami atau istrinya. Mudah-mudahan ini dapat berakhir dengan baik, dapat bersama-sama menjaga hal-hal serupa agar tidak terulang di kemudian hari,” tutupnya. (Elly Said)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.