VIRAL VIDIO INSIDEN GOR EWANGGA, INI FAKTANYA

Ketua KPU Kuningan saat jumpa pers

Seputarkuningan.com - Viralnya vidio yang berdurasi 2 menit 3 detik di media sosial ataupun yang beredar di grup whatsapp yang telah tersebar luas mendapat tanggapan dari KPU Kabupaten Kuningan yang didampingi Komisioner Bawaslu Kabupaten Kuningan Abdul Jalil Hermawan, Kapolres Kuningan AKBP Iman Setiawan dan Ketua Relawan 02 Andi Budiman. Dalam vidio tersebut tampak terjadi adu mulut antara Relawan 02 dengan dua orang yang mengaku pengurus PPK Kecamatan Kuningan yang kedapatan keluar dari GOR Ewangga dengan membawa berkas C dan C1. Relawan 02 mencurigai kedua orang tersebut, pasalnya kedua orang tersebut tidak dapat menunjukkan id card selaku petugas PPK.

Rekaman vidio  tersebut dinilai meresahkan warga, karena beragam berita hoax menjadi isu yang di interpretasikan pihak-pihak luar yang tidak  bertanggung jawab di tayangan video tersebut. Penyebaran berita yang hanya berdasarkan rekaman sepotong ini dikhawatirkan memicu hal yang tak diinginkan.

" Hari ini kita telah melakukan pertemuan yang dihadiri oleh pihak Bawaslu Kuningan, Kapolres Kuningan dan juga Ketua Relawan 02 serta pihak PPK Kecamatan Kuningan, bahwa kejadian yang sesungguhnya  di Gor Ewangga tersebut adalah miskomunikasi saja. Dan pada malam itu juga sebenarnya sudah dapat diselesaikan," ujar Ketua KPU Kabupaten Kuningan Asep Z Fauzi kepada awak media di Kantor KPU Kuningan, Rabu (24/4/2019).

Asfa menyampaikan beberapa poin penting hasil pertemuan tersebut, yaitu :

1. Pihak yang masuk ke Gor tersebut adalah benar pengurusPPK Kecamatan Kuningan.
2. Berkas yang dibawa adalah betul salinan form C dan C1 yang memang diperuntukkan bagi KPU.
3. Betul adanya aktivitas di GOR Ewangga karena sejak H+1 GOR ini diperuntukkan untuk gudang logistik dan tempat rapat pleno PPK Kuningan. Sehingga aktivitas PPK Kuningan saat ini terpusat di GOR.

Klarifikasi tersebut juga disaksikan oleh Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kuningan,  Abdul Jalil Hernawan dan Kapolres Kuningan AKBP Iman Setiawan.

Sementara itu, Andi Budiman berkomentar, timnya yang sedang melaksanakan pengawalan proses demokrasi pada saat kejadian merasa curiga dengan prilaku 2 orang  yang membawa dokumen C1. Menurut kesaksianya sejak awal mereka hendak memasuki GOR dengan alasan pemasangan spanduk. Namun ketika keluar mereka malah membawa berkas dan tidak memasang spanduk yang dimaksud.

Khawatir dengan kejanggalan tersebut ditambah keduanya tidak bisa menunjukan id card petugas PPK, otomatis dipertanyakan oleh relawan yang selanjutnya terjadilah insiden adu argumen relawan dengan PPK seperti ditayangan video viral tersebut.

"Adanya sedikit kesalahan prosedur bahwa anggota PPK tersebut tidak dapat menunjukkan id card sehingga   pihak kami mempertanyakan hal tersebut. Awalnya mereka bilang mau memasang spanduk, ketika keluar malah membawa berkas. Karena kami demi bangsa dan negara, demi kedaulatan, demi demokrasi yang tidak tercedarai, demi martabat tentang kebenaran. Otomatis kami mempertanyakan, ternyata itu salinan C1," ujar Andi Budiman.

Pihak KPU kembali menyampaikan bahwa permasalahan insiden tersebut telah selesai dan menghimbau kepada masyarakat agar dapat mewaspadai dan tidak mudah percaya berita hoax. (Elly Said)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.