TUNGGU HASIL BPK, GEDUNG BARU RSUD LINGGAJATI AKAN DIPERBAIKI



Seputarkuningan.com - Masih engganya pihak manajemen RSUD Linggajti menempati gedung baru dikarenakan masih ada kerusakan di beberapa bagian mendapat tanggapan dari Bupati Kuningan Acep Purnama. Orang nomor satu di Kuningan tersebut malahan telah mengintruksikan kepada dinas terkait untuk melakukan pengecekan dan segera melakukan perbaikan.

“ Akan dilakukan pengecekan dan akan segera diperbaiki secepatnya, setelah selesai baru diserahterimakan, " ujar Bupati ketika dikonfirmasi usai membuka acara lomba tingkat SMP se-Kabupaten Kuningan di SMPN 1 Kuningan, Senin (18/3/2019.

(Baca : https://www.seputarkuningan.com/2019/03/rsud-linggajati-masih-enggan-tempati.html )

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan (DPRPP) Kabupaten Kuningan, Ridwan Setiawan  mengatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan terlebih dahulu terhadap gedung baru yang ada di RSUD Linggajati, karena bangunan baru tersebut masih diperiksa oleh BPK.

“Nanti saya cek, jika sudah siap dan tidak ada permasalahan akan diperbaiki, selain itu dari pihak rumah sakit sendiri belum meminta untuk pemanfaatan bangunan tersebut,” ujar Ridwan.

Terpisah, Kajari Kuningan Adhyaksa Darma Yuliano ketika dimintai tanggapannya menuturkan, tiga bangunan yang berada di RSUD Linggajati sedang dalam pemeriksaan BPK, jika nanti hasil audit BPK aman bisa langsung diperbaiki, karena kerusakan bangunan masuk kedalam pemeliharaan.

“Walaupun nanti sudah serah terima kunci, ada waktu enam bulan masa pemeliharaan, dalam setiap kegiatan ada uang jaminan 5 persen, apabila sudah selesai 100 persen dan tidak ada permasalahan uang jaminan itu baru bisa dicairkan,” kata Adhyaksa.

Adhyaksa menambahkan,  upaya pencegahan yang dilakukan oleh TP4D dapat dilihat pada tugas dan fungsinya, yaitu, mengawal, mengamankan, dan mendukung keberhasilan jalannya pemerintahan dan pembangunan melalui upaya-upaya pencegahan preventif dan persuasif.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Pembangunan tiga gedung rawat inap, Gedung farmasi dan bank darah dan yang gedung klinik, spesialis dan administrasi di areal RSUD Linggajati kondisinya kini cukup memprihatinkan. Sebab, tiga gedung dengan anggaran Rp 9 miliar itu, sudah banyak yang retak dan bocor di sejumlah sisinya. 

Dari pantauan dilapangan, kondisi setiap ruangan Gedung terdapat kebocoran, sejumlah jurnalis tidak bisa masuk kedalam ruangan karena setiap ruangan dalam keadaan terkunci. Bahkan, beberapa tembok gedung telah retak. (Elly Said)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.