TAK HANYA TINJAU TMMD, TIM WASEV BERI PEMANTAPAN WASBANG


Seputarkuningan.com - Usai menerima pemaparan singkat program TMMD ke-104 Kodim 0615 Kuningan, Tim Wasev mengunjungi lokasi TMMD di Desa Legokherang Kecamatan Cilebak Kabupaten Kuningan. Guna memberikan gambaran kepada masyarakat tentang jiwa nasionalisme dan patriotisme dalam rangka menjaga keutuhan NKRI. Ka Tim Wasev Mayjen TNI Hartomo memberikan materi wawasan kebangsaan kepada masyarakat Desa Legokherang Kecamatan Cilebak bertempat di Aula Balai Desa Legokherang, Selasa (12/3/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Mayjen TNI Hartomo menyampaikan, Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang besar dan untuk mengetahui Bangsa Indonesia ini maka dalam wawasan kebangsaan ini meliputi UUD 1945, NKRI, Bhineka Tunggal Ika, Burung Garuda, Bendera Merah Putih, Lagu Indonesia Raya dan mata uang rupiah.

" Bagi mereka yang tidak menyukai dengan adanya kegiatan wawasan kebangsaan ini berarti mereka adalah orang komunis karena mereka tidak suka atas rasa persatuan dan kesatuan bangsa ini," ujar Hartomo.

Pada saat ini, kata Hartomo, sering terdengar kata-kata SARA padahal pada zaman dulu tidak pernah ada kata tersebut. Dan itu yang menghembuskan adalah orang komunis, karena pada zaman dulu warga masyarakat Indonesia hidup berdampingan dan rukun satu sama lain.

" Jadi apabila ada yang menghembuskan SARA berarti dia komunis. Bahkan, PKI disebut sebagai bahaya laten karena dapat membahayakan kehidupan bernegara. Dan Bejo Untung merupakan tokoh PKI yang sedang berusaha merusak kehidupan bernegara kita," tegas Hartomo.

Hartomo berharap, adanya kegiatan wawasan kebangsaan ini dapat menciptakan rasa cinta kepada tanah air. Tidak hanya dengan ucapan saja, akan tetapi harus dibuktikan dengan perbuatan dengan cara menjaga sumber daya alam dan tidak merusaknya.

" Kita sebagai Warga negara Indonesia harus dapat bersyukur karena di negara kita memiliki SDA yang melimpah dan mempunyai tanah subur yang dapat memenuhi kebutuhan kita semua dan jangan sampeaikehidupan bernegara kita dirusak oleh permasalahan yang kecil atau spele," ucap Hartomo. (Elly Said)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.