ANGKA BUNUH DIRI DAN KEMISKINAN TINGGI, KUNINGAN INSTITUTE AKAN TELITI


Seputarkuningan.com - Kuningan Institute (KI), salah satu lembaga yang telah eksis mulai dari tahun 2017 kembali unjuk diri. Kasus-kasus yang menjadi fenomena di Kabupaten Kuningan akan dilakukan penelitian oleh lembaga tersebut. Beberapa di antaranya, tingginya angka bunuh dan Kabupaten Kuningan masuk daerah termiskin kedua di Jawa Barat.

Lembaga ini, pernah melakukan survei elektabilitas kandidat jelang Pilkada 2018. Kini mengembangkan risetnya ke banyak sektor di antaranya bidang sosial hingga rencana riset sejarah Kuningan. 

" Sebenarnya ada dua kasus yang akan kami utamakan untuk dilakukan penelitian. Pertama adalah masih tingginya angka kematian dengan cara bunuh diri dan masih tingginya angka kemiskinan di Kabupaten Kuningan. Kita akan teliti apakah ada korelasinya atau tidak," kata Direktur Eksekutif KI Agus Kusman, saat menggelar Jumpa Pers di Kopi 24 Ancaran Kuningan, Minggu (20/1/2019).

Garapannya lebih kepada basis data dan berbagai kegiatan yang sifatnya dapat mengedukasi masyarakat Kuningan. Agenda terdekat yang akan dilakukan adalah Kursus politik.

" Pada tanggal 2-3 Pebruari mendatang, kami akan mengadakan kursus politik. Kaum muda yang ingin mendalami politik akan kami bantu lewat kursus tersebut," ujar Agus.

Agus menekankan, KI akan membantu mencari solusi sebagai bentuk sumbangsih kepada daerah kelahiran. Segala sektor kehidupan akan menjadi bahan kajian terutama kesejarahan Kuningan. Menurut Agus, sejarah Kuningan masih belum banyak digali. Padahal, dari hasil pengamatannya cukup banyak orang Kuningan yang sukses di luar daerah. Bahkan tidak sedikit dari orang luar yang memanggil "kakak" kepada orang Kuningan.

"Presiden RI yang pertama saja, memilih Linggarjati sebagai tempat perundingan. Hal-hal itulah yang membuat kami tertarik untuk mengkaji historis Kuningan secara mendalam," ujar Agus.

Kalau dilihat dari historisnya dan banyaknya orang Kuningan yang sukses, kata Agus, seharusnya Kuningan jadi daerah kaya bukan termiskin dan angka bunuh diri juga mestinya tidak terjadi. (Elly Said)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.