BAWASLU TEMUKAN 1.718 PELANGGARAN APK DI KUNINGAN




Seputarkuningan.com - Pada masa kampanye Bawaslu Kabupaten Kuningan menemukan ribuan pelanggaran pemasangan alat peraga kampanye (APK). Pelanggaran paling banyak dilakukan para caleg yang memasang APK tidak sesuai ketentuan. Diantaranya pemasangan alat peraga di jembatan, di pohon, di jalan yang dilarang, fasilitas Pendidikan dan fasilitas rumah ibadah.

   “Dasar hukum kami adalah PKPU 23 dan Perbawaslu 28 perihal kampanye. Selain itu kami juga berpatokan pada surat keputusan Bupati 270 tahun 2018 yang mengatur lokasi kampanye,” ujar Ketua  Bawaslu Kabupaten Kuningan Jubaedi kepada Seputarkuningan.com, Kamis (27/12/2018).

Kebanyakan pelanggaran yang ditemukan , menurut Jalil, APK yang terpasang di pepohonan. Pelanggaran kedua paling banyak APK terpasang di tempat tempat terlarang.

“Untuk APK yang melanggar kami dari Bawaslu bekerjasama dengan beberapa organ pemerintah lain melakukan penertiban. Penertiban kami juga lakukan di angkot yang ditempeli bahan kampanye. Jumlah keseluruhan pelanggaran APK yang kami temukan dan tertibkan mencapai 1718. Ini tersebar di seluruh kecamatan,” papar Jubaedi.

Selain pelanggara pemasangan APK Bawaslu Kabupaten Kuningan juga menemukan ratusan pelanggaran dalam metode kampanye. Diantaranya pelanggaran dalam kampanye tatap muka dan pertemuan terbatas.

 “Jumlahnya mencapai 182 pelanggaran. Kebanyakan kampanye yang tanpa ada pemberitahuan,” tandas Jubaedi.

Selain itu Jalil juga mengatakan, Bawaslu Kabupaten Kuningan juga menemukan adanya pelanggaran kampanye di luar jadwal.

 “Kampanye di luar jadwal ini kampanye yang menggunakan media massa. Jumlahnya ada lima pelanggaran. Karena kampenye jenis ini baru akan dimulai pada 21 hari menjelang hari tenang. Atau dimulai pada 24 Maret hingga 13 April 2019,” tambah Jubaedi.

Penindakan yang dilakukan Bawaslu Kabupaten Kuningan terhadap caleg yang berkampanye di media massa tetapi belum waktunya dengan dilakukan peneguran. “Kami melakukan peneguran. Proses kami lakukan. Mengklarifikasi para caleg. Ternyata mereka mengaku tidak tahu jika iklannya dinaikkan di media massa. Kami himbau kepada para caleg untuk menahan diri,” jelas Jubaedi.

Pada kesempatan yang sama, Jalil juga mengingatkan karena masa kampanye masih cukup lama, agar para caleg untuk mengikuti aturan dalam metode kampanye, pemasangan alat peraga hingga pemberitahuan untuk kampanye.

“Aturan perihal kampanye semuanya sudah jelas. Kami yakin para caleg di Kabupaten Kuingan bisa kooperatif,” harap Jubaedi.  (Elly Said)




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.