SURVEI MEMBUKTIKAN, RSUD 45 BELUM RAMAH TERHADAP PASIEN MISKIN

Seputarkuningan.com - Ormas GASIBU menyatakan, Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan ternyata masih belum bersikap ramah terhadap pasien yang termasuk kategori tidak  mampu. Hal ini dinyatakan oleh Ketua Ormas GASIBU Kuningan Ade Kosasih, Kamis (13/9/2018) kepada Seputarkuningan.com. Ade   menyebutkan, hal itu terbukti dengan banyaknya keluhan pasien miskin terutama dari pengguna Jamkesmas terhadap pelayanan rumah sakit tersebut.

Salah  satu kejadian adalah kasus yang menimpa Nadira anak balita yang menelan uang logam, pada saat berobat ke RSUD 45 (Senin-Red) pihak rumah sakit mengatakan harus dirujuk ke Rumah Sakit Permata di Cirebon dengan alasan tidak ada peralatannya.

"   Kenyataannya Nadira dapat diobati di Rumah Sakit Gunung Jati. Informasi ini saya dapatkan dari salah satu keluarga Nadira yang turut serta pada saat dibawa ke RSUD 45. Nah, RSUD 45 bilang kalau Rumah Sakit Gunung Jati pun tidak ada alat yang dibutuhkan oleh Nadira maka harus ke Rumah Sakit Permata. Hal ini membuktikan bahwa pihak RSUD 45 asal-asalan saja memberikan rujukan," kata Ade.

Tidak hanya kasus Nadira saja, lanjut Ade,  keluhan lainnya pun sering diungkapkan para pasien  antara lain terkait dengan buruknya pelayanan perawat dan lamanya pelayanan administrasi bahkan terkadang pasien pengguna Jamkesmas ataupun pasien dari keluarga tidak mampu diabaikan dalam pelayannya. Mereka umumnya beralasan karena pelayanan di RSUD 45 ini tidak cepat tanggap dan kurang memuaskan, bahkan kesan diskriminatif terlihat mencolok saat melayani pasien peserta BPJS dengan pasien umum.

 " Kami berharap RSUD 45 sebagai rumah sakit pemerintah ini dapat merubah pelayanan terhadap warga yang kurang mampu. Dan juga agar dapat meningkatkan kualitas pelayanan terhadap pasien yang kurang mampu dengan meningkatkan kunjungan dokter, keramahan perawat, kecepatan pelayanan kesehatan, serta peningkatan kualitas sarana dan prasarana rumah sakit.      Selain itu, rumah sakit juga harus menyampaikan informasi tentang hak-hak pasien terkait standar pelayanan rumah sakit, dan membuka mekanisme keluhan/ pengaduan serta menindaklanjuti keluhan tersebut secara transparan dan bertanggung jawab," ucap Ade. (Elly Said)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.