TANGKAL PAHAM RADIKALISME DAN HOAX, POLRES GELAR FGD


Seputarkuningan.com - Jelang pelaksanaan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilihan Anggota Legislatif, para Dai Kamtibmas,  tokoh agama, LSM/ORMAS serta pengurus partai politik duduk bersama menggelar Fokus Group Discussion (FGD) yang digelar Satbinmas Polres Kuningan di Aula Hotel Horison Sangkanurip Kuningan, Rabu (15/8/2018).

Dalam sambutannya Kapolres Kuningan AKBP Iman Setiawan melalui Wakapolres Kuningan Kompol Nanang Suhendar mengatakan, bahwa kepolisian memiliki tugas menjaga keamanan dan ketertiban masuyarakat serta penegakan hukum. Dan dalam menjalankan tugasnya, kepolisian tidak dapat berjalan sendiri.

" Dalam rangka mewujudjan hal itu, dibutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat," kata Nanang.

Adapun focus diskusi tersebut membahas beberapa hal yaitu mengenai kesadaran masyarakat dalam menangkal paham radikal, berita bohong, ujaran kebencian menjelang Pilpres dan Pileg 2019.
Sebagai narasumber diskusi, hadir pada kesempatan itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kuningan, H. Yusron Kholid, dan dua narasumber dari Universitas Kuningan, Fahmi Yusuf dan Erga Yuhandra. Ketiga narasumber menjelaskan mengenai penyebaran dan bahaya berita bohong yang dimungkinkan terjadi menjelang Pilpres dan Pileg tahun ini.

" Tokoh agama, para kiai, dan pentolan-pentolan tokoh masyarakat berperan besar dalam meminimalisir berita bohong, dan ujaran kebencian di tahun politik ini. Kalau tokoh agama atau tokoh masyarakat terlibat dalam penyebaran hoax dan ujaran kebencian, sangat bahaya,"  kata Yusron Kholid dalam memaparkan materinya.


Para tokoh agama dan tokoh masyarakat, apapun latar belakangnya harus hadir di tengah masyarakat memberikan informasi yang jelas dan akurat mengenai pemilihan umum nanti. Bahkan, para tokoh agama dan tokoh masyarakat harus duduk di tengah-tengah perdebatan antara masing-masing pasangan presiden dan wakil presiden atau para calon anggota legislative. Menurutnya, posisi para tokoh masyarakat yang tidak memihak ke salah satu pasangan calon akan berdampak baik pada kondisi social masyarakat.

" Harus hadir di tengah-tengah, jangan memihak salah satu calon. Para tokoh masyarakat dan tokoh agama atau organisasi harus menjadi penerang bagi dua kelompok yang bertentangan,"  tutur Yusron.

Sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kuningan, Yusron juga menyambut baik upaya Polres Kuningan yang segera menggelar silaturahmi berupa FGD tersebut. Menurutnya, koordinasi Polres yang cukup intens dengan berbagai kalangan masyarakat sangat menentukan kondusivitas dan keamanan, khususnya di Kabupaten Kuningan.

" Kami menyambut baik upaya yang dilakukan Polres Kuningan selama ini. Alhamdulillah koordinasi yang dibangun ke semua pihak, mampu menciptakan iklim Kuningan yang kondusif aman dan damai," kata pejabat yang namanya sudah masuk sebagai daftar calon anggota legislative sementara tersebut.

Selain Yusron, narasumber dari Universitas Kuningan membahas mengenai potensi hoax dan ujaran kebencian serta paham radikal seiring pengguna media social yang cukup tinggi di kalangan masyarakat Untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat supaya menghindari tindakan-tindakan itu dipaparkan juga mengenai undang-undang yang mengatur segala bentuk tindakan yang berhubungan dengan ujaran kebencian dan semacamnya. (Elly Said)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.