PONPES HUSNUL KHOTIMAH BANTU KORBAN GEMBA LOMBOK



Seputarkuningan.com - Pondok Pesantren Husnul Khotimah melalui Husnul Khotimah Peduli Umat (HKPU) menyerahkan langsung bantuan kemanusiaan kepada korban bencana gempa Lombok sejumlah Rp. 57.261.500 (26/8/2018). Bantuan tersebut berasal dari penggalangan dana dari santri, walisantri, pegawai, ustadz/ah di Ponpes Husnul Khotimah 1 dan Husnul Khotimah 2 dan warga Kuningan.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh H. Sanwani SH, Ketua Tim HKPU didampingi Ust. Lalu Heri Afrizal, MA dan Ustadzah Ina Nur Fitriana, Lc Alumni HK yang tinggal di Lombok.

" Seharian perjalanan kemanusiaan menyaksikan langsung korban bencana Gempa Lombok bersama putra daerah asli Lombok KH. Lalu Heri Afrizal, MA. beserta istri beliau Ustdzh Inna Nur Fitriana (Alumni Husnul Khotimah yang tinggal di Lombok)," kata Sanwani.

Bantuan difokuskan di daerah yang parah terkena gempa yaitu Lombok Utara. Sanwani menambahkan ada 7 titik di Lombok Utara yang mendapatkan bantuan.

" Kami menyerahkan bantuan di 7 titik di Lombok Utara, diantaranya di Desa Mumbul Sari, Desa Anyar  dan Desa Baru Keru' di Kecamatan Bayan, Desa Dangiang Kecamatan Kayangan,  Dusun Monggal Bawah, Dusun Monggal Atas dan Dusun Paok Rempek Desa Genggelang Kecamatan Gangga," ujar Sanwani.



Lebih lanjut Sanwani memaparkan bantuan yang diberikan beraneka ragam sesuai kebutuhan berupa terpal, selimut, obat-obatan, alas tidur, beras, mie instant, kebutuhan anak dan bayi, beasiswa sekolah dan lain-lain.

Sanwani menuturkan kisahnya selama di Lombok. " Kami diantarkan oleh mereka berdua keliling Lombok Utara ke daerah-daerah yang belum (sedikit tersentuh) bantuan. Banyak cerita haru dari Masyarakat. Mulai dari sepanjang perjalanan dari  Pondok Pesantren Al Ikhlas Al Islamy di Lombok Tengah menuju daerah terparah terkena gempa di Lombok Utara. Kami menyaksikan puing-puing  rumah yang rata dengan tanah, masyarakat yang hampir sepanjang perjalanan 4 jam tinggal di daerah pengungsian, kalau tidak mereka mendirikan tenda di depan rumah karena masih trauma dengan gempa kemarin," tutur Sanwani.

Ada cerita haru dari  Ustdzh Inna, kata Sanwani, yakni ada pesantren Tahfidz Qur'an Al Aziziyah Lombok Utara, Saat terjadi gempa, santrinya panik dan lompat dari lantai 3, akibatnya 4 orang meninggal(Insya Allah syahid)  karena lompat dr lantai 3.
Sanwani merasakan haru yang mendalam menyaksikan dahsyatnya hantaman gempa tanggal 5 Agustus tersebut.
" Menurut para warga di Desa Dangiang gempa berlangsung sangat cepat, hanya 2 sampai 3 detik, tapi dampaknya hampir 100% bangunan di Desa Dangiang rusak parah bahkan rata dengan tanah," ujar Sanwani.

Selain di Desa Dangiang, tim HKPU juga membantu Pesantren Islahul Ummah di Desa Genggelang Kecamatan Gangga. Sanwani mengungkapkan Pesantren Islahul Ummah mengalami kerusakan parah walau tidak ada korban jiwa, namun kerusakan cukup parah diantaranya Mushola tempat santri menhafal Quran rubuh, rata dengan tanah, 16 ruang kelas rusak parah tidak dapat digunakan, asrama putra-putri rusak parah, masjid retak-retak oleh karena itu Kami menghimbau kepada umat Islam dimanapun berada untuk mengulurkan tangan meringankan beban saudaranya yang tertimpa musibah. (Elly Said)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.