GUGUM : " MENJADI YANG TERBAIK TIDAK HARUS SEMPURNA"

Seputarkuningan.com - Pria kelahiran Bandung, 17 Juli 1976, berbadan subur dan berkaca mata ini merupakan salah satu perintis berdirinya Viking Persib pada tahun 2004 di Kuningan. Viking Persib dikenal sebagai salah satu bobotoh atau suporter sepak bola terbesar di Indonesia bahkan masuk 5 besar di dunia (Sumber : Viva.com Januari 2018). Hobinya yang mendukung dan menonton Persib berlaga di lapangan hijau masih terus dilakukannya hingga saat ini.

Pria ini menjabat sebagai Kepala Subbagian Analisis Informasi Bagian Humas Setda Kabupaten Kuningan, Wibawa Gumbira, yang akrab disapa Gugum ini dikenal sejak tahun 1996 sebagai perintis berdirinya komunitas suporter Balad Persib bersama Sigit Nugroho, salah seorang Wartawan Bola di Bandung. Ketika Balad Persib pasif karena Sigit Nugroho diangkat menjadi Ketua Asosiasi Suporter Sepakbola Indonesia, akhirnya  Gugum  bergabung dengan Viking Persib Club dibawah pimpinan Heru Djoko. Skripsi Gugum pada Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (UNPAD) yang mengangkat tentang 'Pengaruh Suporter Viking terhadap Prestasi Persib Bandung di Liga Indonesia' menunjukkan kecintaannya kepada Persib. Kecintaannya kepada Persib ditunjukkannya hingga sekarang dengan terus mengikuti laga Persib tersebut.

  " Itu sebagai bentuk kecintaan saya terhadap Persib, bahkan jika waktu libur saya suka menonton langsung pertandingan Persib," kata Gugum kepada Seputarkuningan.com saat ditemui di ruang kerjanya.,Jum'at (11/5/2018).

Di hari kerja tentu saja tidak bisa ia lakukan, karena kini ia memegang jabatan struktural yang telah mengucap janji sebagai Abdi Praja di Pemerintahan Kabupaten Kuningan. Menurut Gugum, menjadi suporter setia Persib adalah hal terindah dalam hidupnya. Momen paling berkesan baginya adalah ketika Liga Indonesia VIII tahun 2003. Saat itu, suporter Viking Persib mengikuti acara Kuis Siapa Berani di salah satu stasiun Televisi Indonesia. Tanpa diduga, saat itu terjadi pertikaian yang nyaris mengorbankan nyawa dari dua suporter.

Gugum juga pernah menduduki jabatan sebagai Ketua Viking Soreang Kabupaten Bandung (2000-2003). Bahkan Ketua Umum Viking Persib Club Indonesia, Kang Heru Djoko menjulukinya “Gugum si Kaki Besi.” Kenapa demikian? Karena ternyata Gugum adalah seorang disabilitas daksa. Ketika usia 6 tahun kaki kirinya diamputasi, sehingga sejak saat itu dia memakai alat bantu kaki palsu. Kekurangan secara fisik tersebut membangkitkan motivasi Gugum untuk bisa membuktikan bahwa beliau bisa berprestasi melebihi yang lainnya. Sejak sekolah dasar sampai perguruan tinggi, Gugum selalu menjadi juara pertama di kelasnya. Bahkan Gugum dapat meraih IPK 3,79 (cum laude) saat lulus dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. Dukungan keluarga menjadi salah satu motivasi berprestasi dalam hidupnya.

Gugum mulai terjun dalam dunia organisasi mahasiswa pada tahun 1996. Saat itu, Gugum bergabung bersama KAMU (Komite Aksi Mahasiswa Unpad) pimpinan Moeradi (Guru Besar Ilmu Politik Universitas Padjadjaran saat ini). Berjuang bersama pada puncaknya dan menjadi saksi hidup saat demonstrasi bersama jutaan mahasiswa seluruh Indonesia menggulingkan Rezim Orde Baru di Jakarta pada 1998.

Kemudian pada tahun 1996, Gugum bertemu dengan Elon Carlan dan Suhendar yang merupakan aktivis disabilitas. Mereka sering berkumpul dan berdiskusi tentang bagaimana cara memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas dalam memperoleh pendidikan dan pekerjaan. Mereka seringkali berkumpul dan berdiskusi di sekitar panti sosial bina netra (PSBN) Wyata Guna Bandung. Lantas hasil diskusi tersebut diimplementasikan dengan audiensi ke berbagai pihak, salah satunyaKementerian Sosial Republik Indonesia, dengan Menteri Sosial Endang Kusuma Inten Soeweno saat itu. Mereka disambut baik, sampai akhirnya lahirlah Undang-undang Nomor 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat.

" Bagi saya sosok Elon Carlan yang merupakan salah seorang aktivis disabilitas yang berasal dari Kabupaten Kuningan yang juga Pejabat Struktural di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, adalah salah satu tokoh yang mempengaruhi perjalanan hidup saya," ujar Gugum.

 Sejak 2004, berkat jasa Elon Carlan, Gugum resmi diangkat menjadi tenaga honor di Bagian Kesejahteraan Setda Kabupaten Kuningan. Melalui Komisi Pemberdayaan Penyandang Cacat (KPPC), Elon dan Gugum memperjuangkan 20 orang disabilitas untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan.

“Nikmati hidup dengan bersyukur dan jadilah diri sendiri” adalah motto hidup Gugum yang tidak pernah minder dengan kekurangan fisiknya. Terbukti saat ia menjadi bintang tamu pada acara ulang tahun Viking Persib yang ke X pada 17 Juli 2003 di Taman Balai Kota Bandung. Gugum sebagai vokalis Grup Bandnya “Tola-Toli” tampil satu panggung bersama PAS Band, PUPPEN,Pure Saturday, Burger Kill, dan lain-lain. Gugum tampil memakai celana pendek sehingga kaki palsunya terlihat jelas oleh ribuan penonton. Gugum mengajak seluruh penyandang disabilitas di Indonesia untuk tidak minder dan membuktikan bahwa disabilitas layak dihargai, bukan dikasihani. (Elly Said)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.