DATANGI DISDIK, GMNI KUNINGAN SOROTI ANGGARAN PENDIDIKAN


Seputarkuningan.com - Satuan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kuningan mendatangi Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan untuk melakukan audiensi terkait isu seputar pendidikan. Audiensi tersebut diikuti sekitar 20 orang perwakilan mahasiswa yang diterima oleh Kasi Kurikulum Emuf Muflihudin dan Kasi Sarana dan Prasarana Rizal Arif Gunawan di Aula Disdik, kemarin.

Dalam audiensi tersebut, Ketua Cabang GMNI Kuningan Cheppy Rully Prahara menyampaikan kekecewaannya atas ketidakhadiran Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dian Rahmat Yanuar, padahal beberapa hari sebelumnya GMNI telah menyampaikan permohonan audiensi dan Kepala Disdik berjanji akan hadir dalam audiensi tersebut.

Cheppy menyampaikan bahwa GMNI Kuningan siap melakukan pengawalan pendidikan demi kemajuan pendidikan di kabupaten Kuningan. Disampaikan pula, APBD Kuningan untuk bidang pendidikan dinilai masih sangat kecil yakni hanya sekitar 7 % saja.

" Masih banyak sarana dan prasarana sekolah yang belum memadai dan bahkan yang sudah rusak tidak tersentuh oleh bantuan. Oleh karena itu, kami meminta kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan agar dapat lebih memperhatikan anggaran di bidang pendidikan," kata Cheppy dalam penyampaiannya.

Cheppy menambahkan, ketika Kabupaten Kuningan melakukan pembangunan di mana-mana, sementara banyak sekolah yang masih rusak sehingga dirasa kurang memadai untuk dijadikan tempat menempa ilmu. Tentu saja, lanjut Cheppy, hal ini menjadi suatu persoalan yang krusial. " Sehingga kami pun mendorong pihak pemerintah kabupaten Kuningan untuk segera melakukan perbaikan infrastruktur sekolah," ujar Cheppy.

Sementara itu, Emuf Muflihudin membenarkan bahwa anggaran pendidikan di Kabupaten Kuningan masih di bawah 10 %. Namun, pihaknya tidak mampu berbuat banyak dengan keterbatasan anggaran yang ada.

" Sebelumnya kami atas nama Pak Kadis menyampaikan permohonan maaf karena beliau tidak bisa hadir dalam audiensi ini dikarenakan ada kegiatan lainnya. Kami pun mengucapkan terima kasih atas kehadiran GMNI yang telah menyampaikan aspirasinya. Tentu saja, kami tidak dapat memutuskan sendiri terkait masalah anggaran ataupun masalah pendidikan. Akan kami sampaikan hal ini," ujar Emuf.

Yang pasti, kata Emuf, pihaknya tetap memperhatikan tentang sarana dan prasarana sekolah yang ada. Hanya saja, karena keterbatasan anggaran maka pihaknya melakukan prioritas sekolah mana yang perlu didahulukan.

" Mudah-mudahan apa yang menjadi aspirasi dari GMNI dan tentu saja harapan kita semua pada tahun mendatang dapat direalisasikan," ucap Emuf. (Elly Said)
Read 33 times

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.